Dukungan Sosial Kunci Sukses Lancarnya Proses Menyusui

Dukungan sosial dari lingkungan lain di sekitar ibu, juga mempunyai peran yang besar terhadap keberhasilan menyusui. Selain suami, keluarga seperti nenek dan kakek si bayi juga memiliki pengaruh yang sangat erat terhadap kesuksesan menyusui.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  12:08 WIB
Dukungan Sosial Kunci Sukses Lancarnya Proses Menyusui
Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pada tahun ini, Pekan ASI Sedunia mengangkat tema "empower parents, enable breastfeeding" yang mendorong pentingnya dukungan sosial kepada kedua orang tua, khususnya bagi para ibu baik dari suami, keluarga, hingga tempat kerja untuk menyukseskan proses pemberian ASI.

Sebab, meski proses menyusui berlangsung secara alami, memang tidak semua ibu dan juga bayi bisa langsung lancar menjalani proses ini. Diperlukan beberapa strategi agar sukses menyusui ekslusif si kecil selama 6 bulan.

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah, Jeanne Roos-Tikoalu mengatakan dalam menjalankan peranan sebagai seorang ibu menyusui, seringkali perempuan dihadapi dengan berbagai tantangan. Terutama karena kurangnya dukungan yang seharusnya dia dapatkan dari lingkungan terdekatnya, yaitu suami ataupun keluarga terdekat seperti nenek dan kakek bayi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi dibandingkan dengan ibu menyusui dengan suami dan keluarga yang tidak terlalu membantu dalam merawat si kecil.

“Suami memegang peranan sangat penting dalam kesuksesan proses menyusui. Suami harus menjadi pendukung nomor satu untuk istri, dan ikut berpartisipasi aktif dalam merawat si kecil.,” ujarnya.

Dukungan suami kepada istri kala menyusui amat besar pengaruhnya bagi kelancaran produksi ASI. Hubungan yang harmonis dengan istri pada masa menyusui akan membuat istri bahagia sehingga mampu meningkatkan kerja hormon oksitosin yang menentukan pengeluaran ASI. Hormon oksitosin mempengaruhi kontraksi otot di saluran ASI sehingga payudara mampu mengeluarkan ASI.

“Suami juga dapat membantu menciptakan suasana tenang dan aman bagi sang istri, memberikan pijatan kepada istri dengan penuh kasih sayang, atau membantu ikut merawat si kecil. Kerja sama yang baik antara ibu menyusui dan suami akan membuat hubungan semakin harmonis sehingga dapat meningkatkan peluang kesuksesan pemberian ASI eksklusif untuk si kecil,” terangnya.

Dukungan sosial dari lingkungan lain di sekitar ibu, juga mempunyai peran yang besar terhadap keberhasilan menyusui. Selain suami, keluarga seperti nenek dan kakek si bayi juga memiliki pengaruh yang sangat erat terhadap kesuksesan menyusui.

Jeanne menyebutkan beberapa langkah yang dapat dilakukan suami dan anggota keluarga lainnya untuk mendukug ibu menyusui. Pertama,  bersikap suportif, tidak meragukan kemampuan ibu dalam memberikan ASI atau mempertanyakan apakah ASI-nya cukup. Sebab, hal tersebut justru akan membuat ibu menjadi tidak percaya diri.

Kedua, selalu memberikan afirmasi positif dan pujian untuk meningkatkan kepercayaan diri sang ibu sehingga ibu merasa bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormone oksitoksin yang melancarkan ASI. “Kondisi ibu yang tenang, relaks, dan sabar sangat disukai bayi ketika menyusui,” ujarnya.

Ketiga, membantu memberi ASI perah ketika ibu membutuhkan waktu untuk istirahat atau me-time untuk mengembalikan energi dari kelelahan menyusui dan mengurus bayi.

Keempat, menemani ibu mendapatkan informasi menyusui, misalnya ketika berkonsultasi dengan konselor laktasi. Kelima, membantu menyiapkan kebutuhan ibu, seperti asupan air minum agar tidak dehidrasi, makanan bergizi, sampai peralatan breastpumping ketika ibu akan bepergian atau kembali bekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air susu ibu

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top