Ruben Onsu Coba Peruntungan di Penjualan CD Fisik

Ruben Onsu kembali berinovasi dengan melebarkan sayap ke pasar distribusi album CD (Compact Disc) fisik melalui lini usaha kulinernya, Geprek Bensu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  09:50 WIB
Ruben Onsu Coba Peruntungan di Penjualan CD Fisik
Ruben Onsu, Tri Harianti (management artist), Sarwendah, Jordi Onsu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (22/8/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Ruben Onsu kembali berinovasi dengan melebarkan sayap ke pasar distribusi album CD (Compact Disc) fisik melalui lini usaha kulinernya, Geprek Bensu.

Pembawa acara tersebut berinsiatif menjual CD fisik dalam setiap pembelian 'paket musik' di outlet Geprek Bensu seluruh Indonesia hingga Hongkong.

"Saya melakukan pelebaran bisnis Geprek Bensu yang didukung oleh lebel musik. Kita hitung-hitung omset, oke lah," kata Ruben Onsu, pemilik PT Onsu Pangan Perkasa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (22/8/2019). 

Dibanderol dengan harga Rp30.000 per CD-nya, disertai dengan paket Geprek Bensu dan air mineral, menurut Direktur Operasional PT Onsu Pangan Perkasa, Jordi Onsu, angka tersebut adalah harga yang paling pas menjangkau semua kalangan. 

"Namanya paket itu harus hemat dan memang harus terjangkau. Aku sama Ko Ruben yang penting bisa memberikan sajian terbaik, dan juga kita bisa menyebar CD ini sampai ke daerah istilahnya second city. Kami menyesuaikan juga dengan kemampuan beli, bukan hanya orang di kota besar tapi juga di kota kecil," ujar adik dari Ruben Onsu tersebut kepada Bisnis.

Sebagai debut awalnya, Ruben memilih untuk mendistribusikan album istrinya, Sarwendah yang berjudul Aku, Kamu, Kita yang sudah bisa didapatkan di beberapa outlet Geprek Bensu mulai Kamis (22/8/2019). 

"Saya juga dapat kabar ada 3 outlet yang CD-nya langsung sold out pada jam 1 siang. Outletnya di Tebet, Benhil (Bendungan Hilir) dan Indramayu. Toko-toko tersebut memang tingkat delivery-nya sangat tinggi," ungkap Jordi. 

Ruben Onsu mengatakan, sejak berinovasi dengan distribusi CD fisik, banyak label musik yang mulai berdatangan ingin menjalin kerja sama dengan Geprek Bensu. Namun, ia tetap harus menyeleksinya.

"Yang datang ke saya, labelnya bukan artisnya. Saya pun tidak langsung mengiyakan. Saya harus tahu dulu apakah si artis mau melakukan visit ke outlet saya, karena harus artisnya yang jualan. Satu jam saja artisnya datang ke outlet-outlet kita dengan penghasilan terbaik," sambung Ruben. 

Ditambahkan Jordi, CD fisik diambil sebagai inovasi terbaru karena Geprek Bensu sudah banyak menjamur di kota kecil yang tidak semua warganya melek dengan internet seperti di kota besar. 

"Menurut survei, ada 150 juta pengguna internet, berarti sisanya ada yang belum paham atau mengenal internet. Sementara di Geprek Bensu sendiri kita sedang berekspansi ke second city dimana kita ingin menjangkau masyarakat di segala kelas," terangnya. 

Selain itu, penyematan CD fisik dalam penjualan paket Geprek Bensu outlet luar negeri juga bertujuan untuk mengobati rasa rindu para buruh imigran luar negeri asal Indonesia.

"Dan aku pernah riset ke Hong Kong dan Kuala Lumpur, bagi mereka, buruh migran Indonesia, CD itu merupakan satu souvenir yang mereka bisa simpan. Kalau mereka nge-fans mereka pengen punya CD-nya, dan itu juga obat rindunya terhadap Tanah air," tutup Jordi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner, musik, album

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top