3 Cara Mudah Kenalkan Konsep Utang pada Anak

Meminjam atau berutang bukan topik yang ringan untuk didiskusikan, namun hal ini sangat penting. Karena overspending atau pengeluaran berlebihan di usia muda bisa mempengaruhi performa finansial dalam jangka waktu yang panjang.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  12:37 WIB
3 Cara Mudah Kenalkan Konsep Utang pada Anak
Mengenalkan konsep uang pada anak - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang yang mengajarkan anaknya untuk menabung, tapi tak banyak yang memberitahu anaknya tentang konsep berutang.

Sebuah survei yang dilakukan Creditcards.com, 65 persen koresponden menyebut orangtuanya mengajarkan mereka untuk menabung, namun hanya 25 persen di antaranya yang mengajarkan tentang konsep utang.

Meminjam uang atau berutang bukan topik yang ringan untuk didiskusikan, namun hal ini sangat penting, karena overspending atau pengeluaran berlebihan di usia muda bisa mempengaruhi performa finansial dalam jangka waktu yang panjang.

Berikut adalah 3 cara mudah mengajarkan anak konsep utang yang dirangkum Bisnis dari grow.acorns.com;

1. Libatkan anak dalam percakapan finansial

Penting untuk mulai berbicara tentang uang kepada anak sedini mungkin. Contohnya jika anak menginginkan mainan, diskusikan dengan si kecil mengenai harga dan apakah ia pantas untuk mendapatkan mainan dengan harga tersebut. Hal ini tidak akan membuat Anda dicap sebagai orangtua yang kikir, namun mengajarkan anak, kalau ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu.

Jika anak Anda sudah semakin besar, cobalah untuk melibatkan mereka dalam masalah utang dengan menggarisbawahi kebutuhan dan keinginan. Jika barang yang mereka butuhkan terlalu mahal, dan tabungan tidak cukup untuk mendapatkannya, meminjam uang bisa jadi alternatif.

2. Mengenalkan bunga pinjaman

Anda bisa mengenalkan konsep utang dengan istilah bunga pinjaman di dalamnya. Hal ini mengajarkan anak kalau di dunia ini sedikit sekali hal yang bisa ia dapatkan secara cuma-cuma.

Anda bisa mengajarkan anak perencanaan pembayaran kartu kredit, yakni jika ia menginginkan sebuah mainan seharga Rp500.000, berikan ia opsi membayar dengan pinjaman dua hingga tiga kali cicilan dengan bunga pinjaman sebesar 5 persen atau Rp25.000 sehingga totalnya menjadi Rp525.000. Dengan begitu, anak belajar kalau berutang akan membuat harga barang yang akan dibelinya semakin mahal.

3. Berikan kartu kredit di usia yang pantas

Jika Anda memiliki anak di usia remaja, tidak ada salahnya memberikan mereka kartu kredit dengan limit tertentu untuk mengajarkan mereka acara mengelola keuangannya sendiri. Menurut Jill Gonzales, analis dari WalletHub, anak sudah bisa mendapatkan kartu kredit di usia 18 tahun.

Memiliki kartu kredit adalah tanggung jawab yang besar bagi anak di usia belasan tahun, karena dari fasilitas ini mereka diajarkan kalau kartu kredit bukan uang gratis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
utang, pinjaman, menabung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top