4 Alasan Joker Tamparan Bagi Marvel Studios

Warner Bros kembali akan menghentakkan dunia hiburan dengan film terbarunya yakni Joker yang akan tayang perdana di Indonesia pada 2 Oktober mendatang.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 September 2019  |  08:18 WIB
4 Alasan Joker Tamparan Bagi Marvel Studios
Warner Bros kembali akan menghentakkan dunia hiburan dengan film terbarunya Joker - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Warner Bros kembali akan menghentakkan dunia hiburan dengan film terbarunya yakni Joker yang akan tayang perdana di Indonesia pada 2 Oktober mendatang.

Tak seperti film yang diadaptasi dari komik superhero pada umumnya, Joker adalah karakter antagonis, seorang psikopat pembunuh berdarah dingin yang adalah musuh bebuyutan Batman, superhero karakter dalam DC Comics.

Sebelum pemutaran perdananya di seluruh dunia, penampilan film Joker di Venice Film Festival mendapatkan respons yang sangat istimewa mulai dari standing ovation selama tujuh menit hingga memenangkan kategori Best Film.

Apa yang menarik dari film Joker?

Mengapa film ini seakan menjadi tamparan bagi Marvel Studios? Berikut alasan yang dirangkum Bisnis.com:

1.   Bercerita tentang penyakit mental

Untuk pertama kalinya, DC Comics memiliki ide untuk menuntaskan kisah hidup Arthur Fleck atau Joker dari film-film terdahulunya seperti Suicide Squad, The Dark Knight dan Batman.

Joker adalah film yang akan bercerita tentang alter ego seseorang dengan cita-cita mulia yakni menjadi komedian yang ingin menghibur banyak orang hingga akhirnya ia memiliki penyakit mental.

Beberapa kritikus menyebut Joker adalah sebuah film sindiran bagaimana lingkungan di sekitar kita memperlakukan orang yang memiliki kelainan mental.

2. Joker film berbudget kecil

Tidak seperti film-film Marvel atau superhero DC Comics pada umumnya yang memprioritaskan adegan perkelahian sehingga banyak mengandalkan CGI atau efek gambar, Joker sendiri sebenarnya tidak memiliki kekuatan apapun selain dari niat jahatnya menghancurkan Gotham City, kota tempatnya tinggal.

Film ini hanya menghabiskan biaya sekitar USD55 juta dan syutingnya kebanyakan dilakukan di New York City, tak seperti film-film superhero lain misalnya Iron Man pembuka cakrawala Marvel Cinematic Universe yang menghabiskan biaya USD 140 juta di tahun 2008 silam.

3. Joker adalah antagonis yang unik

Arthur Fleck adalah karakter antagonis yang unik, karena selain tidak memiliki kekuatan, dirinya mendapatkan simpatik publik karena masa lalunya yang sangat kelam.

Film ini bercerita dari sudut pandang seorang Joker yang ingin menghibur banyak orang sekaligus juga upayanya menyelesaikan trauma masa mudanya.

Joker menampilkan proses seorang pria baik hati yang bisa berubah 180 derajat, dan karakternya yang begitu kuat dengan riasan wajah dan tawanya yang khas.

Film ini adalah sebuah proses bagaimana publik membuat seseorang menjadi monster pembunuh yang tetap terlihat keren, pintar dan seksi dalam waktu yang bersamaan.

4. Mengandalkan kemampuan akting Joaquin Phoenix

Seperti yang diketahui Joaquin Phoenix sebelumnya ditawari untuk bermain dalam film Marvel.

Peran Joaquin sebagai Joker mendapat banyak pujian karena kerja kerasnya mengubah penampilan mulai dari menurunkan berat badan hingga memanjangkan rambutnya.

Aktingnya pun disebut sangat berkesan dan digadang-gadang untuk memenangkan kategori aktor terbaik dalam penghargaan film Amerika bergengsi Academy Award.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film hollywood

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top