Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyakit Glaukoma yang Diderita Thareq Habibie Belum Ada Obatnya

Penyakit glaukoma yang dialami putera dari Presiden Indonesia ke-3 B.J. Habibie, Thareq Habibie, ternyata belum ada obatnya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 17 September 2019  |  10:26 WIB
Thareq Kemal Habibie (kiri), putera Presiden ketiga RI BJ Habibie, didampingi Kepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto (kanan) memberikan keterangan pers terkait kondisi kesehatan ayahnya, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Selasa (10/9/2019). - Antara
Thareq Kemal Habibie (kiri), putera Presiden ketiga RI BJ Habibie, didampingi Kepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto (kanan) memberikan keterangan pers terkait kondisi kesehatan ayahnya, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Selasa (10/9/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit glaukoma yang dialami putera dari Presiden Indonesia ke-3 B.J. Habibie, Thareq Habibie, ternyata belum ada obatnya.  

Dr Emma Sumiyani dari Jakarta Eye Center menyebut glaukoma adalah penyakit saraf mata, di mana terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara permanen. 

"Semua umur, dari bayi baru lahir, dewasa muda hingga orangtua bisa menderita glaukoma," ujar Emma saat berbicara pada Bisnis.com, Senin (16/9/2019).

Dikutip dari situs glaucoma.org, komplikasi diabetes yang umum adalah diabetes mata yang merupakan cikal bakal penyakit diabetes. Penyebab kebutaan kedua terbesar setelah katarak. 

Emma menyebut penyakit glaukoma tidak bergejala, sehingga pasien cenderung tidak sadar  menderita glaukoma hingga terjadi kerusakan yang cukup berat. 

Dikutip dari situs Jakarta Eye Center, sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit glaucoma, sehingga umumnya, pengobatan glaukoma hanya untuk mengontrol dan mencegah perburukan. 

Seperti diketahui, Thareq Habibie tampil dengan penutup mata karena kondisi penglihatan mata kanannya yang buruk, sehingga untuk bisa melihat ia hanya bisa menggunakan mata kirinya. 

Pencegahan glaucoma bias dilakukan dengan pemeriksaan untuk deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala, dan berbagai metode terapi gar penglihatan bisa terselamatkan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

habibie penyakit mata
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top