Museum Macan Gandeng Perupa Thailand dalam Proyek Ruang Seni Anak

Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Macan) mengumumkan karya keempat untuk Proyek Komisi Ruang Seni Anak UOB Museum MACAN sejak museum dibuka pada November 2017.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  15:09 WIB
Museum Macan Gandeng Perupa Thailand dalam Proyek Ruang Seni Anak
foto: Museum Macan

Bisnis.com, JAKARTA - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Macan) mengumumkan karya keempat untuk Proyek Komisi Ruang Seni Anak UOB Museum MACAN sejak museum dibuka pada November 2017.

Dalam proyek keempat ini, perupa kenamaan Thailand Mit Jai Inn digandeng dan akan menampilkan karya pertamanya yang dirancang khusus untuk anak-anak, berjudul Warna dalam Gua (Color in Cave). Karya ini akan ditampilkan mulai 25 Oktober 2019 hingga Maret 2020.

Proyek Komisi Ruang Seni Anak UOB Museum MACAN sebelumnya telah menampilkan karya-karya perupa Asia terkenal Entang Wiharso (Indonesia), Gatot Indrajati (Indonesia) dan Shooshie Sulaiman (Malaysia).

Ruang Seni Anak UOB Museum MACAN akan bertansformasi penuh untuk menampilkan karya instalasi Warna dalam Gua. Anak-anak dapat menjelajahi area yang telah dirancang untuk terlihat seperti gua – yang menyimbolkan tempat manusia tinggal dan berlindung. Konsep gua dipilih oleh sang perupa karena dengan menciptakan lingkungan yang lengang, gua dapat menajamkan indera dan membuka pikiran untuk mencoba berbagai kemungkinan. Lingkungan tersebut dapat menstimulasi kreativitas dan eksperimentasi dalam diri anak.

Sebelum memasuki area gua, pengunjung dapat memilih untuk memakai jubah yang berfungsi sebagai kostum, selagi mereka berpartisipasi dalam area. Ada berbagai aktivitas di dalam, termasuk melukis dinding gua dan instalasi lunak yang menyerupai bebatuan, menciptakan warna unik dalam sebuah kolam warna, menempel dan menyusun bentuk dan warna, mencoret-coret menggunakan ‘fosil’ warna, hingga menemukan pesan-pesan tersembunyi dari sang perupa Mit Jai Inn di dinding gua.

Saat meninggalkan area, pengunjung dapat membawa pulang sobekan kain yang diambil dari karya instalasi Mit sebagai kenang-kenangan. Kain ini sengaja dibuat polos, memberi ruang agar pengunjung dapat memodifikasinya dengan warna. Warna-warna dalam area ini disapukan dari cat akrilik dari Tesla Paints, sebuah perusahaan asal Semarang yang menjadi sponsor pendukung aktivitas dalam proyek ini.

Mit Jai Inn adalah salah satu pendiri Chiang Mai Social Installation Project, sebuah wadah untuk komunitas seni dan disiplin lainnya untuk bertukar ide seputar perubahan sosial melalui forum diskusi di berbagai ruang publik. Dia juga mengurus Cartel Artspace di Bangkok, sebuah galeri eksperimental yang menawarkan ruang untuk perupa yang karyanya merefleksikan kondisi Thailand dan Asia Tenggara dalam konteks sejarah dan masa kini.

Dalam karyanya, Mit Jai Inn banyak menggunakan warna-warna cerah dan bernada riang yang biasanya diaplikasikan pada materi tanpa bingkai, yang mengundang audiensnya untuk melihat dan mengalami karya seni dengan sentuhan langsung.

"Saya harap area ini dapat menginspirasi para pemikir muda yang kreatif dan pengunjung lainnya, tanpa terbatas usia, untuk menciptakan tujuan positif dalam penjelajahan kreatif mereka. Sebagai ahli bermain yang alami, anak-anak bisa mendapat pengetahuan melalui cara belajar yang menyenangkan, inovatif dan imajinatif dalam area yang diciptakan untuk mereka," katanya.

Aaron Seeto, Direktur Museum Macan mengatakan, Mit Jai Inn adalah sosok yang berpengaruh dalam medan seni kotemporer Thailand. Dia memperlakukan proses melukisnya sebagai bentuk meditasi, karena itu, melalui area yang telah ia reka ulang ini, ia berharap dapat menanamkan optimisme dalam diri para perupa muda untuk melihat gambaran besar sebuah proses kreatif, sebuah nilai yang berlawanan dengan pendapat umum bahwa proses ini memakan waktu atau melelahkan.

"Anak-anak didorong untuk merasa bebas dan tidak takut, dan untuk berkreasi di luar imajinasi mereka. Gua ini dirancang sebagai lingkungan komunal untuk mereka dapat bermimpi dan berkarya," ujar Aaron.

Akses ke Ruang Seni Anak gratis dengan tiket museum yang berlaku. Semua anak harus ditemani pendamping dewasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
museum seni

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top