Penyanyi Lauv Bicara Depresi yang Dideritanya

Mengapa generasi muda saat ini terlihat lebih muda stres dibandingkan generasi tua sebelumnya? Penyanyi Lauv punya jawabannya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 08 November 2019  |  09:56 WIB
Penyanyi Lauv Bicara Depresi yang Dideritanya
Penyanyi Lauv - Instagram @lauvsongs

Bisnis.com, JAKARTA - Mengapa generasi muda saat ini terlihat lebih muda stres dibandingkan generasi tua sebelumnya? Penyanyi Lauv punya jawabannya. 

Pelantun lagu I Like Me Better ini sudah lama 'berperang' melawan depresi dan OCD (obsessive compulsive disorder). Tak banyak yang tahu selain dari karya musiknya, Lauv sendiri aktif dalam kampanye kesehatan mental. 

"Hidup yang kita jalani saat ini penuh dengan distraksi, informasi yang datang bertubi-tubi dan terlalu banyak, termasuk di dalamnya sindrom media sosial (perbandingan diri secara terus menerus, rasa kurang percaya diri yang tinggi, dan kebutuhan untuk diakui)," ujar Lauv dalam wawancaranya dengan People.com. 

Lauv bercerita umumnya pada bulan Januari ia menghabiskan banyak waktu tidur di rumah tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Ia mengaku pada momen awal tahun, seringkali ia memikirkan hal-hal negatif sehingga merasa perlu untuk rehat. 

"Aku tinggal dalam kecemasan dan kesedihan sepanjang waktu. Aku membatasi komunikasi dengan orang, hingga pada akhirnya kakakku menyuruhku untuk berkonsultasi pada psikiater dan mengonsumsi obat," cerita Lauv. 

Pria berusia 25 tahun tersebut melanjutkan, terapi konsultasi dan obat ternyata ampuh untuk kondisinya mental yang buruk beberapa tahun terakhir. Setelah merasa stabil, ia pun berusaha untuk menbuka cerita pengalamannya tersebut kepada publik. 

"Melihat lagi ke belakang, aku merasa perasaan ini yang membuat hubunganku menjadi sangat intim dengan beberapa orang. Mungkin [depresi] ini terjadi karena kita terlalu mengabaikan emosi kita, malu untuk membicarakannya atau kita tidak tahu bagaimana mengontrol stres itu sendiri," sambungnya. 

Menurutnya dalam waktu-waktu sulit seperti itu orang perlu fokus pada hal-hal yang membuatnya bahagia. Baginya, salah satu cara untuk keluar dari pikiran negatif adalah dengan bermusik.

"Dalam kepalaku, aku hanya berpikir bagaimana caranya keluar dari pemikiran negatifku sendiri. Akhirnya, aku jatuh cinta lagi pada apa yang aku gemari selama ini, musik," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, psikiater, Depresi

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top