Stafsus Prabowo Sebut Perlu Gelorakan Bela Negara di Kalangan Seniman

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menilai perlunya bela negara di kalangan seniman.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 26 November 2019  |  22:44 WIB
Stafsus Prabowo Sebut Perlu Gelorakan Bela Negara di Kalangan Seniman
Artis Agnes Monica (tengah) berjalan keluar kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menilai perlunya bela negara di kalangan seniman.

Pernyataan ini muncul setelah musisi Agnes Monica atau Agnez Mo sempat mengaku tidak mempunyai darah Indonesia di sebuah wawancara.

"Ini contoh pentingnya kita perkuat bela negara di kalangan seniman dan artis," kata Dahnil dalam pesan singkatnya, Selasa (25/11/2019)

Dahnil mengatakan Kemenhan memiliki rencana mengajak pegiat seni untuk memproduksi konten bernuansa nasionalisme.

"Kemenhan memang berencana mengajak sahabat-sahabat para pengiat seni, artis, influencer, youtuber untuk menyemarakkan konten-konten bela negara dan nasionalisme dalam karya-karya mereka," ucap dia.

Dahnil menyebut pegiat seni memiliki peran untuk menyebarkan nasionalisme. Pasalnya, tidak sedikit dari pegiat seni ini memiliki penggemar yang selalu mencermati setiap tindakannya.

"Kami akan mengajak mereka bicara dan diskusi secara khusus supaya konten-konten tersebut bisa disebar dengan cepat kepada masyarakat yang memang menggemari mereka," lanjut dia.

Lebih lanjut, terkait ucapan Agnes, Dahnil enggan berpolemik. Dia enggan menghakimi soal nasionalisme dari mantan personel trio kwek kwek itu.

"Saya yakin dia punya semangat nasionalisme dan bela negara. Mungkin sebagian dari kita saja menerjemahkannya berbeda-beda sehingga memunculkan pro dan kontra," ungkap dia.

Sebelumnya, Penyanyi Agnez Mo memberikan klarifikasi terkait pernyataannya sebelumnya bahwa ia tidak memiliki darah Indonesia. Perempuan kelahiran Jakarta 33 tahun lalu ini mengaku bahwa sejak lahir dirinya sudah berada di tengah budaya yang berbeda-beda.

Agnez menyatakan bahwa dirinya memperjuangkan perbedaan budaya yang ada. "Saya tumbuh dalam budaya yang begitu beragam. Inklusivitas budaya adalah apa yang saya perjuangkan,Bhinneka Tunggal Ika berarti bersatu dalam perbedaan," tulis Agnez di Intagram pada Selasa (26/11/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
agnez mo

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top