TAVI, Alternatif Baru Perbaikan Katup Jantung

Dengan status sebagai penyakit paling mematikan di dunia saat ini, pencegahan dan perawatan sakit jantung menjadi prioritas utama baik bagi institusi kesehatan maupun masyarakat peduli kesehatan yang jumlahnya terus bertambah.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  07:04 WIB
TAVI, Alternatif Baru Perbaikan Katup Jantung
Tang Gwat Hong, pasien yang berhasil menjalani TAVI menceritakan pengalamannya ketika melakukan perawatan TAVI - istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan status sebagai penyakit paling mematikan di dunia saat ini, pencegahan dan perawatan sakit jantung menjadi prioritas utama baik bagi institusi kesehatan maupun masyarakat peduli kesehatan yang jumlahnya terus bertambah.

Salah satu prosedur baru dalam perbaikan katup jantung adalah Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)/Transcatheter Aortic Valve Replacement (TAVR).

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (28/11/2019), di Jakarta, TAVI adalah prosedur bedah minimal untuk memperbaiki katup jantung tanpa mengganti katup lama yang tua dan rusak.

TAVI menggantikan metode konvensional operasi jantung terbuka untuk menggantikan katup jantung yang aus dan mengalami penyempitan. 
Baru-baru ini, seorang pasien Indonesia, Tang Gwat Hong, berhasil menjalani tindakan TAVI di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) untuk menyelesaikan permasalahan di katup jantungnya.

Tidak seperti bedah jantung terbuka, pasien yang menjalani TAVI tidak perlu dibuka dadanya, sert jantung tidak dihentikan ketika dilakukan implantasi katup jantung transkateter pada jantung yang berdetak.

Sekilas Hong seperti pasien biasa. Namun jika digali sedikit lebih dalam, wanita tersebut merupakan seorang pejuang yang selamat dari Kanker Ovarium dan baru-baru ini menjalani prosedur TAVI .

Awalnya, Hong tidak menyadari masalah jantungnya. Masalah ini terungkap ketika beliau bersiap untuk operasi kankernya tahun lalu.

“Sebelum operasi, saya diminta untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh. Pada waktu itulah saya menemukan ada masalah dengan katup saya. Tetapi saya dan keluarga saya memutuskan untuk fokus pada perawatan kanker terlebih dahulu,” kata Hong.

Namun, beberapa bulan setelah operasi, Hong memperhatikan adanya sesak napas setiap kali naik tangga. Selama pemeriksaan rutin dan sesi imunoterapi, dokter menyarankan agar memeriksakan jantungnya di CVSKL.

Setelah berkonsultasi dengan Rosli Mohd Ali, konsultan kardiologi, memaparkan semua opsi bagi Hong. Keluarganya pun memutuskan untuk melanjutkan dengan prosedur TAVI karena berisiko rendah memungkinkan pemulihan yang lebih cepat.

Menurut Shirley Valencia, anak Hong, ibunya memiliki toleransi rasa sakit yang rendah, dengan demikian menjadikan TAVI pilihan yang tepat.

“Ibu saya cenderung memiliki pikiran negatif setiap kali beliau sakit. Pada hari pelaksanaan tindakan, kami cukup terkejut karena ternyata tindakan TAVI ini cepat, mudah, dan ibu saya tidak ada keluhan,” kata Shirley.

Dia juga menambahkan bahwa keluarganya berterima kasih kepada dokter dan tim perawat atas belas kasih dan kerja keras mereka.

TAVI adalah opsi tindakan invasif minimal pada stenosis katup aorta berat. Katup aorta mengalirkan darah yang dipompa keluar jantung ke seluruh tubuh. Akibat penuaan katup aorta dapat menyempit.

Ketika penyempitan katup semakin parah, seseorang biasanya sering mengalami sesak napas, pingsan dan ketidaknyamanan. Jika terjadi gejala ini, sekitar 50 persen pasien akan meninggal dalam waktu 2 tahun ketika tidak ditangani dengan baik. Sebagai perbandingan, 50 persen Pasien kanker meninggal dalam kurun waktu 5 tahun.

Operasi jantung terbuka untuk menggantikan katup aorta adalah metode konvensional untuk mengobati penyakit ini. Namun sekitar 30 persen pasien dianggap tidak layak operasi karena risiko operasi seringkali tinggi pada pasien tua dan penderita penyakit seperti jantung lemah, paru berat dan penyakit ginjal stadium akhir.

Tidak seperti bedah jantung terbuka untuk menggantikan katup aorta, dengan TAVR/TAVI dada pasien tidak perlu dibuka dan jantung tidak dihentikan. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan bius lokal

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top