Risiko Komplikasi Kehamilan dan Kisah Pilu Dibaliknya

Zak Tiemann, sore itu, menjemput kedua putrinya Zayleeana (3) dan Zoey (5) ketika mereka baru saja pulang dari perayaan Halloween di sekolahnya di Seguin, Texas, Amerika Serikat. Keduanya, yang mengenakan kostum ala film Frozen, tampak berseri-seri.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  14:31 WIB
Risiko Komplikasi Kehamilan dan Kisah Pilu Dibaliknya
Hamil - boldsky.com
Bisnis.com, JAKARTA - Zak Tiemann, sore itu, menjemput kedua putrinya Zayleeana (3) dan Zoey (5) ketika mereka baru saja pulang dari perayaan Halloween di sekolahnya di Seguin, Texas, Amerika Serikat. Keduanya, yang mengenakan kostum ala film Frozen, tampak berseri-seri.
Bagi Zak Tiemann, yang berusia 34 tahun, keceriaan dari kedua putrinya itu seolah menenggelamkan kenyataan bahwa dirinya merupakan orang tunggal. Amanda Garcia, istrinya, meninggal tiga tahun lalu hanya beberapa hari setelah melahirkan Zayleeana. Garcia waktu itu masih berusia 26 tahun.
"Saya merasa mereka kehilangan sesuatu," kata Tiemann dalam wawancara di rumahnya di Seguin, sekitar 80 kilometer selatan Austin, yang dikutip dari Reuters, Selasa (10/12/2019).
Tiemann merasa bahwa meski sudah melakukan hal yang terbaik, dia merasa putri-putrinya masih membutuhkan sosok perempuan yang akan menunjukkan berbagai hal-hal ke dalam hidup mereka. 
Garcia, menurut keterangan dari keluarganya, meninggal setelah mengalami gumpalan darah. Dia merupakan satu dari 700 wanita yang meninggal setiap tahunnya di Amerika Serikat akibat komplikasi terkait dengan kehamilan.
Menurut penyelidikan oleh ProPublica dan NPR, itu adalah tingkat tertinggi di negara maju dan kematian ibu di Amerika Serikat telah meningkat selama dua dekade terakhir.
Semenjak kepergian Garcia, Tiemann pun harus ke melangka ke peran yang tidak pernah dikenalnya. Dia bahkan mengaku tidak siap untuk peran barunya tersebut.
"Saya membeli produk untuk rambut mereka, saya membeli karet gelang kecil. Terkadang aku mencoba mengecat kuku mereka," tuturnya lirih. Perasaan tidak mampu membebaninya setiap hari.
Di sisi lain, para advokat, profesional kesehatan, dan anggota parlemen telah lama mengkhawatirkan tingginya angka kematian ibu dan efeknya pada wanita kulit berwarna, yang kira-kira tiga hingga empat kali lebih mungkin meninggal akibat kehamilan.
Menurut data terbaru Maternal Mortality and Morbidity Review Committee, ada 14,6 kematian ibu yang diiringi dengan 100.000 kelahiran di Texas. 
"Itu sangat buruk. Maksud saya, kita lebih buruk daripada beberapa negara Dunia Ketiga,” kata Shawn Thierry, anggota Demokrat dari Dewan Perwakilan Rakyat Texas yang telah mensponsori banyak RUU tentang masalah tersebut.
Bagi Tiemann, kehilangan pasangannya karena komplikasi terkait kehamilan masih menimbulkan frustrasi yang mendalam. “Saya hanya melihat ke belakang dan saya bertanya-tanya apakah itu bisa dicegah. Namun, saya tidak tahu," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamil

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top