Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Memilih Babysitter

Memilih dan mencari pengasuh buat anak, adalah menjadi salah satu hal yang paling sulit bagi orangtua.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  09:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Memilih dan mencari pengasuh atau babysitter buat anak, adalah menjadi salah satu hal yang paling sulit bagi orangtua.

Mereka harus benar-benar selektif dalam memilih, karena si pengasuh adalah orang yang akan menjaga anaknya ketika kedua orangtua bekerja.

Biasanya, orang tua memeriksa secara detail latar belakang si pengasuh, kemampuannya, dan juga pengalamannya dalam menjaga anak.

Kadangkala, pemilihan pengasuh juga tergantung kecocokan antara anak dan si pengasuh atau antara pengasuh dengan orang tua.

Tak sedikit juga pengasuh yang akhirnya banyak mundur atau dipecat dari pekerjaannya karena dianggap tidak layak dan tidak bisa bekerja dengan baik.

Sebenarnya, dalam memilih pengasuh ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan orangtua seperti berikut ini :

1. Periksa latar belakang dan catatan kriminalnya

Semua pengasuh harus memiliki tiga referensi pengalaman kerja dari pekerjaan sebelumnya. Ini akan menjadi acuan bagi Anda menilai apakah pengasuh itu kompeten atau tidak untuk dipekerjakan.

Anda juga harus wawancara atau berbicara secara langsung kepada mereka. Selain menilai kemampuan mereka untuk bekerja dengan anak-anak, Anda juga ingin tahu mengapa mereka tidak lagi bekerja untuk orang itu dan mengapa. Saat wawancara,  Anda dapat bertanya apakah mereka keberatan jika ada orang lain yang mengawasi pekerjaan mereka saat menjaga anak.

2. Jangan mudah percaya

Jangan berasumsi bahwa hanya karena Anda memiliki anggota keluarga yang mengawasi mereka, anak-anak Anda tidak akan disiksa. Karena tak sedikit kasus kekerasan anak justru dilakukan oleh orang terdekat mereka.

3. Pilih perempuan

Pilihlah baby sitter perempuan untuk mengawasi anak-anak Anda. Diperkirakan sekitar 90% pelecehan seksual anak dilakukan oleh pria. Walaupun ini berarti bahwa ada beberapa pelanggar seks perempuan (diperkirakan antara 4-10% dari semua pelecehan seksual dilakukan oleh perempuan), risikonya jauh lebih rendah bagi perempuan untuk menjadi pelaku kekerasan daripada laki-laki.

Juga perlu usia bukan menentukan jika anak Anda akan aman. Berdasarkan data, bahwa banyak juga kejahatan seksual dilakukan oleh usia remaja atau usia tua.

4. Pasang CCTV

Pasang monitor video di rumah Anda dan biarkan pengasuh tahu keberadaannya dan Anda mengawasinya.  Dengan cara ini Anda bisa memantau terus menerus kondisi di rumah dan mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual pada anak Anda.

5. Percaya pada insting

Percaya pada insting Anda dan dengarkan keluhan anak. Sebelum memperkerjakan orang, perkenalkan pengasuh itu pada anak Anda, dan biarkan mereka berinteraksi. Anak akan merasakan apakah pengasuh itu baik dan cocok untuknya. Jika suatu saat anak Anda meminta tidak diasuh oleh orang tertentu, maka ada hal yang harus ada telusuri alasannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengasuhan anak

Sumber : psycology today

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top