Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Layanan Streaming, Laba Disney Turun

Upaya Walt Disney Co. untuk merambah menjadi raksasa layanan video streaming harus dibayar dengan penurunan laba kuartal pertama fiskal. Laba fiskal kuartal pertama Disney turun menjadi US$1,53 per saham, angka yang masih mengalahkan perkiraan analis sebesar US$ 1,46.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  09:54 WIB
Hong Kong Disneyland - Istimewa
Hong Kong Disneyland - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya Walt Disney Co. untuk merambah menjadi raksasa layanan video streaming harus dibayar dengan penurunan laba kuartal pertama fiskal. Dilansir Bloomberg, Rabu (5/2/2020), laba fiskal kuartal pertama Disney turun menjadi US$1,53 per saham, angka yang masih mengalahkan perkiraan analis sebesar US$ 1,46. Penjualan tumbuh 36% menjadi US$ 20,9 miliar pada hingga 28 Desember 2019, sedikit melebihi perkiraan.

Penurunan laba ini mencerminkan biaya dari pembelian aset hiburan Fox senilai US$71 miliar tahun lalu, serta investasi berkelanjutan dalam film dan acara TV untuk streaming. Sementara itu, saham Disney menguat 2,4% menjadi US$144,73 pada penutupan di New York dan naik hampir 30% dalam 12 bulan terakhir.

Investasi yang digelontorkan tak sia-sia sebab subscriber atau pelanggan layanan online Disney+ telah mencapai 26,5 juta pada kuartal terakhir 2019, dan kini melonjak hingga 28,6 juta. Dengan tiga layanan streaming yakni Disney+, ESPN+ dan Hulu, CEO Bob Iger mengarahkan Disney untuk menyesuaikan konten dengan permintaan TV konvensional.

Dari tiga layanan streaming itu, sebanyak 30,4 juta pelanggan Hulu menjadi kontributor terbesar perusahaan pada kuartal terakhir. Sedangkan layanan olahraga ESPN+ meraup 6,6 juta pelanggan, naik dari 1,4 juta pada tahun lalu. Namun demikian, meski telah meraup puluhan juta pelanggan layanan streaming dilaporkan masih merugi sebesar US$693 juta.

Kabar baiknya, raihan jumlah pelanggan Disney+ tersebut menjadi pertanda perusahaan berusia 96 tahun itu dapat menantang Netflix Inc. di pasar video streaming yang semakin ramai.

Selanjutnya, demi meraih lebih banyak pelanggan, Disney terus menawarkan paket berlangganan Layanan terus, yakni US$13 per bulan untuk tiga produk streaming tersebut. Selain itu, Disney+ juga memiliki ikatan promosi dengan Verizon Communications Inc.

Sementara itu, divisi film melaporkan keuntungan lebih dari tiga kali lipat menjadi US$948 juta, berkat film-film seperti "Frozen II" dan "Star Wars: The Rise of the Skywalker,".

Sedangkan keuntungan di divisi taman bermain tumbuh 8,6% pada kuartal tersebut. Namun di bisnis wisata, Disney menghadapi ancaman baru imbas dari wabah coronavirus. Perusahaan telah menutup resor Shanghai senilai US$5,5 miliar dan mengatakan taman bermain di Hong Kong juga akan ditutup karena wabah.

Adapun pendapatan unit TV Disney naik 23%, dengan penambahan jaringan kabel Fox dan studio TV. Raihan itu menutup biaya yang lebih tinggi untuk hak siar olahraga dan masih sedikitnya pelanggan ESPN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

disney
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top