Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Hal yang Paling Ditakuti Warganet Soal Virus Corona

Masyarakat dunia digemparkan dengan berita menyebarnya wabah virus Corona yang bermula dari Wuhan, China awal tahun 2020.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  09:28 WIB
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat dunia digemparkan dengan berita menyebarnya wabah virus Corona yang bermula dari Wuhan, China awal tahun 2020.

Hingga saat ini, sudah terdapat lebih dari 42.000 kasus terkait virus Corona yang menyebar hingga ke negara lain di Asia, Australia, Amerika, dan Eropa, hingga merenggut lebih dari 1.000 jiwakematian di seluruh dunia.

Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, termasuk juga masyarakat Indonesia. Perusahaan media intelligence Isentia mengulik pembicaraan media sosial terkait wabah virus Corona ini, untuk menemukan apa yang menjadi perhatian dan juga kekhawatiran terbesar dari netizen Indonesia.

Dari 11.497 total pembicaraan medsos pada tanggal 1 Januari hingga 5 Februari 2020, gejala dan cara menghindari penularan wabah menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan netizen terkait virus Corona.

Berdasarkan hasil percakapan netizen, gejala awal yang timbul apabila tertular antara lain; pilek, demam, batuk, sesak hingga pneumonia. Namun penularan ini dapat dihindari dengan mencuci tangan berkala, menggunakan masker, menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk.

Karena menjadi salah satu cara untuk menghindari penularan, masker menjadi topik selanjutnya yang mendapat perhatian netizen sebesar 4.577 buzz. Banyak netizen yang mengeluhkan sulit mencari masker, hingga harga penjualan masker bedah dan N-95 yang melonjak tinggi. Namun dari percakapan tersebut, rupanya tingginya harga bukan menjadi masalah bagi masyarakat.

Selain itu, warga Twitter juga dikejutkan dengan postingan akun @coromodol, yang menyebutkan agar tidak bersalaman atau segera mencuci tangan setelah bersalaman dengan pemilik ponsel asal produsen China, Xiaomi. Akun ini juga mengatakan bahwa virus Corona dapat menyebar melalui ponsel yang dibuat di China ini. Namun isu ini telah diklarifikasi oleh Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, yang menegaskan bahwa virus ini tidak dapat menempel pada benda mati.

"Kami melihat penyebaran virus Corona menjadi isu global yang harus segera ditangani oleh pemerintah sehingga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat karena dari hasil analisis di periode tersebut, percakapan didominasi oleh tingginya respon dan kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus Corona tersebut.," kata Yudha Prawira, Insights Manager dari Isentia Indonesia dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com.

“Kita juga dapat melihat, bahwa unggahan atau perbincangan netizen dapat berdampak dalam membentuk persepsi publik secara luas terhadap suatu peristiwa. Dalam hal ini misalnya, isu-isu yang berkembang membuat virus Corona terlihat lebih mengerikan, meski sebenarnya ada cara penanggulangannya,” jelas Yudha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top