Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru Resmi Dicanangkan

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerjsama dengan Cancer Information and Support Center (CISC Paru) mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker (IPKP).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:55 WIB
Ilustrasi kanker paru - Istimewa
Ilustrasi kanker paru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penanganan kanker, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerjasama dengan Cancer Information and Support Center (CISC Paru) mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker (IPKP).

Gerakan ini juga dibentuk sebagai wadah untuk mengajak seluruh pihak terkait pentingnya langkah promotif, preventif, deteksi dini, serta diagnosa dan pengobatan kanker paru sesua pedoman tatalaksana medis.

Perlu diketahui, kanker paru adalah kanker paling mematikan nomor satu yang telah membunuh hampir 1,7 juta orang setiap tahunnya.

Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli mengatakan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan informasi tentang kanker khususnya pemahaman dari segi risiko, gejala, diagnosa hingga metode pengobatan yang sesuai.

Apalagi, menurutnya, masih ada stigma dan mitos tentang kanker, khususnya kanker paru yang menyebar di masyarakat.

"Dengan adanya IPKP diharapkan partisipasi aktif masyarakat dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker paru di Indonesia," ujar Aryanthi pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/2).

Data dari PDPI menyebutkan bahwa insiden tertinggi kanker paru di Indonesia dialami oleh laki-laki, sementara 11,2 persen di antaranya adalah perempuan.

Bahkan, angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun lalu.

Dr.dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, selaku ketua umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan lebih dari 80% pasien kanker paru datang setelah stadium lanjut atau stadium IV.

"Butuh adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat luas terkait deteksi dini dan pengobatan kanker paru," katanya.

Hingga kini, pemerintah terus mengupayakan untuk menekan prevalensi kanker paru melalui optimalisasi fasilitas kesehatan dan pengobatan untuk kanker paru.

Namun, inovasi perlu terus dikembangkan demi pencapaian kualitas hidup yang baik bagi para pasien kanker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker paru
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top