Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Posisi Ambani Tergeser, Jack Ma Jadi Orang Terkaya di Asia

Penurunan harga minyak dunia membawa berkah bagi Jack Ma. Kini dia pun menjadi orang terkaya di Asia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  14:52 WIB
Pendiri Alibaba Jack Ma menjadi pembicara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pendiri Alibaba Jack Ma menjadi pembicara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Taipan energi asal India, Mukesh Ambani bukan lagi orang terkaya di Asia, dia menyerahkan gelarnya kepada Jack Ma setelah harga minyak runtuh bersama dengan saham global.

Kekalahan itu, diperburuk dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona akan mendorong dunia ke dalam resesi.

Kekayaan bersih Ambani tergerus US$5,8 miliar dari kekayaan bersih Ambani pada Senin (9/3) dan mendorongnya ke posisi kedua dalam daftar orang terkaya di Asia, menurut Bloomberg Indeks Billionaires.

Jack Ma, pendiri Alibaba Group Holding Ltd. yang tergeser dari peringkat No. 1 pada pertengahan 2018, kembali ke puncak dengan kekayaan US$44,5 miliar, sekitar US$2,6 miliar lebih tinggi dari Ambani.

Harga minyak anjlok pada rekor tertinggi dalam 29 tahun terakhir pada Senin (9/3/2020), setelah Arab Saudi dan Rusia berjanji akan memompa lebih banyak minyak dalam pertarungan untuk pangsa pasar.

Kemerosotan ini datang bertepatan dengan virus corona yang memicu penurunan permintaan pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

"Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan andalan Ambani, Reliance Industries Ltd., mampu memangkas utang bersih menjadi nol pada awal 2021, seperti yang dijanjikan," seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (10/3/2020).

Meskipun virus corona membatasi beberapa bisnis raksasa teknologi Alibaba, kerusakan telah dikurangi dengan meningkatnya permintaan untuk layanan komputasi awan dan aplikasi mobile.

Sebaliknya, Reliance Industries, tidak memiliki strategi alternatif seperti itu.

Saham konglomerat India ini anjlok 12 persen pada Senin (9/3), terbesar sejak 2009, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 26 persen.

Beberapa miliarder dunia bernasib baik pada keruntuhan Senin (9/3), karena Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing jatuh lebih dari 7,5 persen, terbesar sejak krisis keuangan 2008, mengancam akan mengakhiri pasar bullish terpanjang dalam sejarah.

Jeff Bezos dan Bill Gates masing-masing kehilangan lebih dari US$5 miliar.

Tapi tidak ada yang lebih menderita dari mereka yang kekayaannya ditopang oleh harga minyak.

Kekayaan Wildcatter Harold Hamm terpangkas hampir setengahnya menjadi US$2,4 miliar sementara pengusaha minyak Jeff Hildebrand kehilangan US$3 miliar, menggeser keduanya keluar dari peringkat 500-anggota terkaya Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat orang kaya jack ma
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top