Punya Gejala Batuk dan Flu, Jangan Langsung Buru-Buru Tes Corona

Gejala batuk dan flu yang dialami oleh masyarakat menimbulkan sikap paranoid dan panik atas mewabahnya virus corona di Indonesia.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  12:45 WIB
Punya Gejala Batuk dan Flu, Jangan Langsung Buru-Buru Tes Corona
Batuk - fastpaceurgantcare.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penyebaran virus corona (Covid-19) yang kian masif membuat banyak masyarakat mulai merasa resah. Apalagi jika memiliki berbagai gejala yang dirasa mirip dengan virus corona seperti flu, batuk, dan demam.

Tak jarang yang akhirnya ingin cepat-cepat melakukan pengecekan untuk memastikan apakah dirinya terinfeksi virus tersebut atau tidak. Padahal, berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan pemerintah, masyarakat hanya perlu mengisolasi diri di rumah jika merasakan gejala tersebut.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan Elisna Syahruddin mengatakan di tengah pandemik saat ini, masyarakat tidak perlu panik tetapi harus lebih waspada karena penyebarannya yang semakin meluas.

Apalagi dari sisi gejala, virus corona hampir mirip dengan flu dan batuk yang memang biasa menyerang pada saat musim hujan. Untuk itulah, sambungnya, ketika seseorang mulai merasakan gejala dan tidak yakin dengan siapa dia berkontak, silakan mengisolasi diri di rumah sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan.

Pada saat itu, bisa mengonsumsi obat-obatan sesuai gejala, termasuk memperkuat daya tahan tubuh. Elisna mengatakan bahwa bisa saja masyarakat mengonsumsi ramuan tradisional empon-empon untuk meningkatkan daya tahan tubuh tetapi belum ada penelitian yang mengatakan bahwa ramuan tersebut dapat menyembuhkan.

“Ketika seseorang sudah mengonsumsi obat-obatan tetapi gejala dan penyakitnya semakin parah, bisa segera memeriksakan diri. Kalau di DKI Jakarta dapat langsung menghubungi 119, jangan langsung ke rumah sakit,” ujarnya.

Begitu pula dengan seseorang yang yakin pernah berkontak dengan pasien positif corona dan memiliki gejala-gejala seperti batuk, demam, dan sesak nafas, bisa langsung segera menghubungi tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat ditangani sesuai prosedural.

Jika setelah dilakukan test swab hasilnya positif, maka pasian dapat diisiolasi, tetapi jika negatif maka disarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri dan akan dipantau.

Hingga Senin (16/3) sore, total pasien positif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 134 orang. Penambahan kasus tersebut berasal dari 17 kasus baru yang ditemukan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat, Virus Corona, covid-19

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top