Stafsus Milenial Belva: Masker Kain Bisa Cegah Penyebaran Virus Corona

Penggunaan masker kain, bisa mencegah penularan virus Corona (Covid-19) hingga 70 persen pada orang-orang sehat.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  14:33 WIB
Stafsus Milenial Belva: Masker Kain Bisa Cegah Penyebaran Virus Corona
Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat masyarakat Indonesia turut melakukan antisipasi pembelian masker medis hingga meningkatkan permintaan terhadap masker.

Tidak tanggung-tanggung, masker medis pun digunakan masyarakat sehingga menyebabkan petugas medis kekurangan alat pelindung diri (APD), padahal petugas medis ada di garda terdepan penanganan virus corona.

Staf Khusus Milenial Presiden, Belva Devara mengajak warga Indonesia untuk melindungi diri dari penyebaran virus dengan menggunakan masker kain, agar masker medis hanya digunakan untuk petugas medis.

Dia mengatakan bahwa saat ini penting menekan R0 (laju penyebaran virus). Untuk menekan R0 ini, selain melalui kegiatan jaga jarak dan dirumah aja juga bisa dibantu dengan pemakaian masker kain oleh semua publik.

Penggunaan masker termasuk pada orang-orang merasa sehat, dan terutama yang harus bekerja di luar rumah. Sebab, ini dapat mengurangi kemungkinan penularan virus corona (Covid-19).

"Masker kain bisa relatif efektif mencegah transmisi virus corona, walaupun tidak sebaik masker surgical/N95. Tetap bisa menekan transmisi 50-75 persen (tergantung bahannya). Ini lebih baik daripada tidak pakai sama sekali. Masker surgical/N95 biarlah dipakai petugas medis. Dengan begitu, tidak perlu ada penimbunan masker medis. Dan masker medis tidak naik harga. Lebih mudah diakses oleh petugas medis," dikutip dari akun Twitternya @AdamasBelva, Selasa (31/3/2020).

Ia menambahkan, bahan terbaik berdasarkan efektivitas dan kenyamanan bernapasnya maka dianjurkan menggunakan bahan sarung bantal atau kaos 100 persen katun. Hal ini menjadi penting karena banyak kasus corona positif yang tidak ada gejala sama sekali. Seperti di Islandia, seluruh populasi di-tes, dari semua yang divonis positif, 50 persen merasa sehat, tanpa gejala. Sehingga penting menggunakan masker walaupun merasa sehat.

"Tapi dengan masker bukan berarti bisa pergi-pergi mobilitas ya. Proteksinya tidak sempurna. Kalau terpaksa keluar, lebih baik pakai masker kain daripada tidak sama sekali," ujarnya.

Belva mencontohkan pemakaian masker kain ini sudah dilakukan di Republik Ceko. Mereka dapat bergerak dari 0 persen pakai masker ke 100 persen hanya dalam 10 hari. Orang berlomba-lomba buat masker sendiri, dan didonasikan ke masyarakat sekitar. Ini dapat meredam laju penyebaran virus Corona.

Semua 4 negara Asia yang berhasil meredam penyebaran virus adalah negara yang juga memiliki kesadaran publik yang tinggi untuk pakai masker. Contoh garis biru di bawah: Singapura, Hong Kong, Korsel, Jepang, "Kami dari SKP sedang persiapkan website penyaluran masker, konten edukasi pembuatan masker, pemberdayaan UMKM produksi masker, dan lain lain untuk segera diluncurkan."

Sebagai informasi,Juru bicara penanganan Covid-19 untuk Indonesia, Achmad Yurianto mengatakan, hingga Senin (30/3/2020), pemerintah telah mengadakan APD sebanyak 191.666 set dan telah disalurkan ke seluruh provinsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, masker, covid-19, alat pelindung diri

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top