Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Syuting Film Kemarin, Pulihkan Trauma Tsunami Ifan Seventeen

Film dokumenter drama 'Kemarin' mengisahkan tentang perjalanan awal Seventeen terbentuk hingga musibah tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 April 2020  |  17:31 WIB
Vokalis grup band Seventeen, Ifan Fajarsyah (ANTARA - Instagram @ifanseventeen)
Vokalis grup band Seventeen, Ifan Fajarsyah (ANTARA - Instagram @ifanseventeen)

Bisnis.com, JAKARTA - Pembuatan film dokumenter 'Kemarin" bisa menyembuhkan trauma Ifan Seventeen setelah tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018.

"Ini memang susah untuk diikuti apalagi untuk merekam ulang beberapa kejadian. Mau enggak mau terpaksa harus menghadapi ketakutan gue," kata Ifan dalam Live Streaming Instagram, Selasa (14/4/2020).

Sebagai satu-satunya personil band Seventeen yang selamat dari terjangan tsunami, mau tidak mau Ifan harus terlibat dalam setiap proses produksi. Melakukan wawancara, reka ulang adegan tsunami dan diikuti kamera setiap hari, harus dijalani oleh vokalis Seventeen itu.

"Tapi ini jadi proses healing gue, karena apa yang jd ketakutan gue, harus gue hadapi. Karena film ini kayak semacam pesan terakhir dari anak-anak, karena sebulan sebelumnya kita sudah memutuskan mau bikin dokumenter. Ini mau enggak mau jadi proses penyembuhan," lanjutnya.

"Kemarin" merupakan film dokumenter drama yang mengisahkan tentang perjalanan awal Seventeen terbentuk hingga musibah tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 yang merenggut nyawa tiga personelnya yakni M. Awal Purbani (Bani - bassis), Herman Sikumbang (Herman - gitaris), Windu Andi Darmawan (Andi - drummer) serta Oki Wijaya (road manager), Ujang (kru) dan Dylan Sahara (istri dari Ifan).

Karena bergaya dokudrama atau bersifat semi dokumenter, "Kemarin" akan memuat reka ulang yang sudah didramatisasi dari peristiwa nyatanya. Teknologi canggih pun digunakan untuk menciptakan ombak tsunami dan melibatkan puluhan extras.

"Kemarin" disutradarai oleh Upie Guava dan Whisnu Surya sebagai penulis skenario. Bagi Ifan, film ini merupakan sebuah amanah dari teman-temannya yang sudah tiada untuk para penggemar Seventeen.

Lebih lanjut Ifan menyampaikan terima kasih kepada para teman yang mendukung.

"Aku mau mengucapkan terima kasih banyak buat teman-teman Seventeen yang terus support bahkan di situasi yang paling tidak mengenakkan. Film ini dibuat agar kita semakin dekat dengan teman-teman dan teman-teman yang mau lebih kenal dengan Seventeen harus nonton filmnya," kata Ifan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tsunami film dokumenter
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top