Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Penanganan Kanker Ovarium Saat Pandemi

Menurut Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K) dari RSUD Dr. Sutomo, Surabaya menjelaskan kanker ovarium memiliki dua jenis yang bisa diberlakukan secara berbeda selama masa pandemi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 April 2020  |  06:18 WIB
Gejala kanker ovarium10 - boldsky.com
Gejala kanker ovarium10 - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Selama masa pandemi Covid-19 masih ada sejumlah penyakit kronis yang membutuhkan akses fasilitas kesehatan, salah satunya kanker. 

Menurut Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K) dari RSUD Dr. Sutomo, Surabaya menjelaskan kanker ovarium memiliki dua jenis yang bisa diberlakukan secara berbeda selama masa pandemi.

Untuk kanker ovarium stadium dini, Brahmana menjelaskan masih ada peluang untuk menunda pengobatan. Langkah menunda pengobatan pun hanya boleh diambil jika sudah mempertimbangkan berbagai faktor.

“Prognosis, keadaan umum, dan penyakit komorbid,” jelas Brahmana dalam Webinar Seri 1 soal Covid-19 dan Kesehatan Reproduksi, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu kanker ovarium stadium lanjut menurut dr. Brahmana tidak bisa mengambil opsi menunda pengobatan. Dia menjelaskan, beberapa jenis pengobatan yang harus dipertimbangkan bagi pasien kanker ovarium misalnya; pemberian kemoterapi neoajuvan. Selain itu, kemoterapi neoajuvan juga dapat diberikan sampai 6 siklus.

“Jika diperlukan penindakan barulah operasi,” ungkap Brahmana.

Sementara itu, pasien kanker ovarium pasca melakukan kemoterapi ajuvan juga harus melalui proses follow up atau check-up kesehatan tanpa harus terapi.

Secara lebih rinci, dr. Brahmana menjelaskan, kanker ovarium rekuren juga perlu mempertimbangkan pemberian kemoterapi. Adapun kemoterapi untuk kanker ovarium selama pandemi ini, harus disusun dengan interval lebih lama. Misalnya setiap 3 minggu dengan dosis terukur.

“Dosis dihitung dengan akurat sehingga mengurangi risiko komplikasi darah yang harus dirawat inap di rumah sakit,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kanker ovarium
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top