Waspada, PTSD Bisa Picu Kanker Ovarium

Gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) ternyata memiliki kaitan dengan penyakit fisik yakni kanker ovarium. Penelitian dari Harvard TH Chan School of Public Health di Boston menyatakan bahwa gejala klasik PTSD yang dialami perempuan ternyata terkait dengan kanker ovarium.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 25 September 2019  |  08:12 WIB
Waspada, PTSD Bisa Picu Kanker Ovarium
Gejala kanker ovarium7 - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA—Gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) ternyata memiliki kaitan dengan penyakit fisik yakni kanker ovarium. Penelitian dari Harvard TH Chan School of Public Health di Boston menyatakan bahwa gejala klasik PTSD yang dialami perempuan ternyata terkait dengan kanker ovarium.

Dalam penelitian, para peserta penelitian diminta untuk mengidentifikasi peristiwa yang paling menengangkan dalam hidupnya dan 7 gejala PTSD yang pernah dialami. Penelitian menemukan bahwa perempuan yang mengalami 6-7 gejala PTSD lebih dari 2 kali dalam hidupnya ternyata lebih berisiko mengalami kanker ovarium dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki gejala PTSD sama sekali.

"Hipotesis kami, hormon stres secara langsung mempengaruhi sel-sel kanker yang mungkin ada di dalam tubuh, menyebabkan mereka tumbuh lebih cepat dan menjadi lebih invasif," kata Andrea Roberts, peneliti dan ilmuwan dari Harvard TH Chan School of Public Health di Boston.  Dia menduga bahwa stres berkepanjangan juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membunuh sel kanker.

Peneliti mengumpulkan data 54.710 perempuan yang berpartisipasi dalam studi kesehatan perawat Amerika Serikat dari 1989—2015. Setiap dua tahun, para peserta penelitian itu ditanyai   tentang diagnosis kanker ovariun dan ditanyai juga tentang peristiwa traumatis yang mereka alami dan gejala PTSD. Setelah 26 tahun masa penelitian, ternyata 110 perempuan menderita kanker ovarium.

Secara keseluruhan ada 15.378 perempuan (31%) yang tidak melaporkan pengalaman traumatis. Sementara itu 9.482 perempuan (19%) mengalami trauma tetapi tidak melaporkan gejala PTSD. Hampir 8% peserta penelitian memang memiliki pengalaman traumatis dan menunjukkan 4-5 gejala PTSD, dan 4,5% lainnya memiliki riwayat trauma dengan 6-7 gejala PTSD.

Perempuan yang mengalamai 4-5 gejala PTSD juga terlihat memiliki risiko kanker ovarium yang lebih tinggi daripada perempuan yang tidak memiliki gejala PTSD sama sekali.

Sebelumnya, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa hormon stres dan stres dapat mempercepat pertumbuhan tumor ovarium, dan stres berkepanjangan dapat menyebabkan tumor yang lebih besar dan lebih invasif. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa gangguan mood seperti depresi dan kecemasan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Penelitian ini bukan eksperimen  yang dirancang untuk membuktikan apakah gejala PTSD dapat secara langsung menyebabkan kanker ovarium. Namun, penelitian menunjukkan bahwa memiliki gejala PTSD yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan risiko kanker ovarium di masa mendatang.

Itulah sebabnya para peneliti menyarankan untuk mengobati PTSD dengan serius untuk mengurangi risiko kanker ovarium.

"Perempuan yang tidak lagi memiliki PTSD berisiko lebih rendah mengalami kanker ovarium dibandingkan perempuan dengan gejala PTSD aktif," kata Roberts.

Selain mengobati PTSD, risiko kanker ovarium juga dapat dicegah dengan berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan menurunkan berat badan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top