Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kehabisan Konten Streaming Resmi, Masyarakat Beralih ke Layanan Bajakan

Menonton atau mengunduh konten lewat situs bajakan memiliki berisiko terhadap masyarakat.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:40 WIB
/bisnis.com
/bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Nampaknya, tidak hanya layanan streaming resmi seperti Netflix yang kebanjiran pengunjung selama pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19.

Menurut laporan Muso dikutip dari TechRadar pada Selasa (28/4/2020), perusahaan asal Inggris yang fokus menganalisis kegiatan pembajakan digital, pengunjung situs layanan unduh dan streaming film atau serial televisi ilegal mengalami lonjakan signifikan.

Tercatat pengunjung berbagai situs yang menyediakan layanan tersebut melonjak meningkat sampai dengan 41,4 persen persen Amerika Serikat dan 42,5 persen di Inggris pada minggu terakhir Maret 2020 dibanding pada minggu terakhir Februari 2020.

Hal serupa juga terungkap di sejumlah negara Eropa lainnya. Kunjungan ke situs-situs yang melakukan pembajakan itu meningkat 66 persen di Italia, 50,4 persen di Spanyol, dan 35,5 persen di Jerman.

Menurut Muso, hal tersebut terjadi lantaran masyarakat mulai bosan atau kehabisan konten untuk ditonton dari layanan layanan streaming resmi.

Lebih lanjut, Muso mengungkapkan jumlah pengakses konten film bajakan jumlahnya sebesar 137,4 juta pengakses. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan pengakses konten serial televisi bajakan yang mencapai 601,3 juta pengakses pada akhir Maret 2020.

Selain melanggar hak cipta, menonton atau mengunduh konten lewat situs bajakan seperti sudah barang tentu berisiko tinggi. Ancaman keamanan seperti malware yang bisa mencuri password ataupun informasi sensitif dari perangkat membayangi para pengaksesnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film pembajakan Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top