Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hore! Obat Covid-19 Siap Disebarluaskan Pekan Ini

Kabar baik bagi dunia. Obat produksi Gilead Sciences, remdesivir, yang menjadi harapan penyembuhan pasien virus corona (Covid-19) akan mulai disebarluaskan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  12:54 WIB
Satu botol obat Remdesivir terletak selama konferensi pers tentang penelitian Remdesivir pada pasien di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman,8 April 2020. - Ulrich Perrey/AFP/Bloomberg.
Satu botol obat Remdesivir terletak selama konferensi pers tentang penelitian Remdesivir pada pasien di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman,8 April 2020. - Ulrich Perrey/AFP/Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Kabar baik bagi dunia. Obat produksi Gilead Sciences, remdesivir, yang menjadi harapan penyembuhan pasien virus corona (Covid-19) akan mulai disebarluaskan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Gilead Daniel O'Day pada Minggu (3/5/2020) waktu setempat. Ia berharap remdesivir akan sampai kepada para pasien Covid-19 yang tengah dirawat di rumah sakit pekan ini.

“Kami sekarang benar-benar fokus untuk memberikan obat ini kepada para pasien dalam kondisi yang paling mendesak,” ujar O' Day kepada CBS “Face the Nation”, seperti dilansir melalui Bloomberg.

“Kami berniat untuk memberikannya kepada pasien-pasien pada awal pekan depan [pekan ini] dan mulai bekerja sama dengan pemerintah (AS), yang akan menentukan kota-kota mana yang paling rentan ataupun di mana pasien-pasien yang membutuhkan obat ini,” terangnya.

Komisaris Food and Drug Administration (FAO) Stephen Hahn pada Jumat (1/5/2020) mengumumkan bahwa remdesivir menerima otorisasi penggunaan darurat untuk perawatan pasien-pasien di rumah sakit dengan Covid-19.

Penggunaan darurat dibatasi pada pasien rawat inap dengan kadar oksigen darah rendah atau yang membutuhkan bantuan pernapasan, menurut FAO dalam sebuah pernyataan tentang persetujuannya itu.

Sebuah penelitian oleh Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional (NIAID) sebelumnya menemukan bahwa remdesivir mempersingkat waktu pemulihan untuk beberapa pasien Covid-19.

Pasien tertular Covid-19 rawat inap dengan kondisi parah dan gangguan paru-paru yang menerima remdesivir ditemukan pulih lebih cepat ketimbang pasien serupa yang menerima plasebo (obat tanpa kandungan apapun).

Dalam pernyataannya itu, O'Day juga mengindikasikan pemerintah federal AS belum mengamanatkan bahwa pasar Amerika Serikat mendapat prioritas di atas pasar luar negeri dalam menerima obat tersebut.

Pemerintah federal, lanjut O'Day, kini akan menentukan ke mana harus mengirimkan remdesivir di AS. Obat ini selanjutnya tidak hanya akan tersedia untuk pasien-pasien Covid-19 di AS, tetapi juga akan diekspor ke negara-negara lain setelah membuat keputusan berdasarkan peraturan.

“Gilead berharap memiliki lebih banyak pasokan remdesivir pada paruh kedua tahun 2020 untuk melayani kebutuhan manusia di luar sana,” ungkap O'Day, seperti dikutip dari CBS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat Virus Corona covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top