Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Warisan Didi Kempot Bagi Musik Campursari

Didi Kempot telah memproduksi lebih dari 800 judul lagu yang dominan bergenre campursari dan bercerita tentang kisah patah hati.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  13:24 WIB
Didi Kempot sedang tersenyum. Didi Kempot meninggal pada Selasa (5 Mei 2020) karena serangan jantung - Instagram
Didi Kempot sedang tersenyum. Didi Kempot meninggal pada Selasa (5 Mei 2020) karena serangan jantung - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar berpulangnya musisi Didi Kempot cukup mengejutkan bagi masyarakat, terlebih bagi para penggemarnya, yang juga dikenal sebagai Sobat Ambyar.

Berita kepergian  pada Selasa (5/5/2020), pagi tadi terasa begitu tiba-tiba dan kini hanya lagu-lagunya yang lekat dengan cerita kehidupan banyak orang yang tersisa.

Jika dulu musik-musik tradisional seperti dangdut dan campursari sering dipandang sebelah mata karena dianggap ndeso, Didi Kempot berhasil mematahkan stigma itu dengan memikat hati para pendengar milenial melalui lagu-lagunya yang relatable.

Selama 30 tahun berkarir di dunia musik, almarhum Didi Kempot yang lahir dengan nama Dionisius Prasetyo pada 31 Desember 1966 silam itu telah memproduksi lebih dari 800 judul lagu yang sebagian besar bergenre campursari dan bercerita tentang kisah patah hati.

Mulai dari debutnya dengan lagu berjudul 'Cidro', hingga beberapa hits seperti 'Stasiun Balapan', 'Pamer Bojo', 'Sewu Kutho',' Suket Teki' hingga 'Ambyar' Didi Kempot kemudian mendapatkan julukan The Godfather of Broken Heart.

Kisah-kisah yang dia ceritakan melalui lagu tersebut mewakili jutaan hati para penggemar yang pernah menjalani alur patah hati serupa.

Melalui lagu-lagunya, sang maestro campursari ini pun mengingatkan kita dan para Sobat Ambyar bahwa setiap emosi yang kita rasakan, baik itu sedih atau bahagia, adalah valid dan tidak perlu disembunyikan.

Konsistensi Didi Kempot pada musik tradisional dan keteguhannya mengumandangkan lagu campursari patut diacungi jempol.

Untuk kontribusinya pada industri musik Indonesia, Februari lalu, Didi Kempot, menerima penghargaan Lifetime Achievement pada Billboard Indonesia Music Awards 2020.

Beberapa waktu lalu, Didi Kempot memanfaatkan ketenarannya yang sedang melejit untuk kegiatan amal. Dia menggelar satu konser solo dan satu konser kolaborasi untuk menggalang dana bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pada Sabtu (11/4), Bapak Patah Hati Nasional itu tampil di KompasTV dalam acara Konser Amal dari Rumah bersama Didi Kempot. Selama durasi hampir tiga jam, acara konser ini berhasil menggalang dana secara langsung melalui platform Kitabisa mencapai Rp5,3 miliar.

Sepekan kemudian, Didi Kempot kembali tampil pada konser amal yang ditayangkan melalui kanal Youtuber PT Pegadaian (Persero). Acara ini juga diramaikan oleh musisi lainnya seperti Maliq & D'Essentials, Yuni Shara, dan Opick.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

artis didi kempot Didi Kempot Meninggal campursari
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top