Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peradangan Jadi Gejala Virus Corona pada Usia 20-an

Para dokter kini telah mendiagnosis sindrom tersebut pada anak berusia 20 tahun di San Diego dan seorang anak berusia 25 tahun di New York. Beberapa kasus tambahan juga telah dilaporkan pada pasien berusia 20-an awal di rumah sakit Amerika Serikat lain.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  16:26 WIB
Radang sendi - Istimewa
Radang sendi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah sindrom atau ciri klinis peradangan misterius yang dikaitkan dengan Covid-19, yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada anak-anak kini juga muncul pada orang dewasa muda dengan usia awal 20 tahunan.

Para dokter kini telah mendiagnosis sindrom tersebut pada anak berusia 20 tahun di San Diego dan seorang anak berusia 25 tahun di New York. Beberapa kasus tambahan juga telah dilaporkan pada pasien berusia 20-an awal di rumah sakit Amerika Serikat lain.

Gejala yang dijuluki dengan sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C) dapat bervariasi, tetapi pasien cenderung memiliki gejala yang mirip dengan yang ditemukan pada penyakit langka bernama Kawasaki.

Penyakit tersebut menyebabkan terjadinya peradangan pada dinding pembuluh darah dan dalam kasus yang serius menyebabkan kerusakan jantung. Gejala awalnya termasuk demam, sakit perut, muntah, diare, sakit leher, ruam, mata merah, dan kelelahan.

Pada anak kecil, gejala sindrom ini lebih menyerupai penyakit Kawasaki, tetapi pada anak remaja dan dewasa muda tampaknya memiliki lebih banyak respons imflamasi yang melibatkan jantung dan organ-organ lainnya.

“Orang yang lebih tua dengan sindrom misterius ini mengalami perjalanan yang lebih parah,” kata Jennifer Lighter, dokter penyakit menular di NYU Longane seperti dikutip Live Science, Jumat (22/5).

Para dokter khawatir bahwa sindrom ini mungkin kurang terdiagnosis pada orang dewasa, sebagian karena banyak dokter di luar spesialis anak yang tidak akan pernah melihat kasus penyakit Kawasaki, yang mirip dengan gejala sindrom baru ini.

Dokter di Rady Children's Hospital di San Diego, tempat pasien berusia 20 tahun itu didiagnosa, saat ini sedang menyiapkan sistem bagi staf untuk memeriksa orang dewasa terhadap penyakit tersebut. Selain itu, mereka juga berbicara dengan pejabat kesehatan untuk memperluas peringatan tentang sindrom ini.

Jane Burns, direktur Kawasaki Disease Clinic di Rady Children's Hospital mengatakan bahwa para dokter penyakit dalam orang dewasa perlu menyadari bahwa hal ini mungkin akan terjadi ke depannya, mengingat kasusnya mulai satu per satu ditemukan.

Banyak pasien dengan MIS-C memiliki antibodi terhadap virus corona baru dan bukan infeksi aktif, yang menunjukkan bahwa sindrom ini bisa jadi merupakan hasil dari respon imun yang tertunda terhadap virus. Sejauh ini, ada lebih dari 20 negara yang telah melaporkan kasus MIS-C.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top