Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah, Obat Kumur Bisa Hambat Penyebaran Virus Corona

Penelitian terbaru menemukan bahwa bahwa obat pencuci mulut dapat menghambat penyebaran virus corona (Covid-19).
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  18:36 WIB
Obat kumur mulut bisa mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19) - Istimewa
Obat kumur mulut bisa mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ulasan penelitian baru menunjukkan bahwa obat kumur atau obat pencuci mulut yang tersedia untuk umum, secara teori dapat menghambat penyebaran virus SARS-CoV-2 yang telah menyebabkan pandemi Covid-19.

Dilansir dari Medical News Today, Rabu (27/5) tim di balik tinjauan tersebut meminta penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengkonfirmasi spekulasi tersebut. Jika uji klinis terbukti efektif, ini akan memberikan alternatif cara mengurangi penyebaran virus.

Sejak kemunculannya yang tiba-tiba dan penyebarannya yang masif, para ilmuwan dan peneliti telah memfokuskan pengembangan vaksin untuk melindungi orang-orang yang rentang terinfeksi Covid-19 dan mengalami gejala parah karenanya.

Namun, vaksin yang efektif baru akan tersedia setidaknya 1 tahun mendatang. Sementara itu, ilmuwan lain berfokus pada cara mengurangi tingkat infeksi ke tingkat yang bisa dikendalikan sehingga tidak membanjiri unit perawatan intensif rumah sakit.

Sebagaimana diketahui, SARS-CoV-2 adalah virus yang diselimuti dan menciptakan membran luar dengan menempel pada sel-sel organisme inang. Membran ini memungkinkan virus untuk bereplikasi secara efektif.

Oleh sebab itu, jika para ilmuwan dapat mengganggu proses ini, maka hal tersebut mungkin dapat memperlambat penyebaran virus dalam suatu organisme. Menggunakan air, sabun, dan disinfektan dapat mengganggu dan membunuh virus.

Inilah sebabnya mengapa otoritas dan organisasi kesehatan mendorong orang untuk mencuci tangan dan permukaan dengan sabun atau produk berbasis alkohol secara teratur.

Adapun, hal lain yang diketahui tentang virus ini adalah bahwa virus bereplikasi secara signifikan di tenggorokan. Ini berarti bahwa pasien Covid-19 cenderung memiliki konsentrasi virus tertinggi di daerah tersebut.

Oleh sebab itu, para peneliti berspekulasi bahwa obat kumur berbasis alkohol yang bersentuhan dengan tenggorokan seseorang diyakini dapat menghambat penularan virus atau mengurangi keparahannya.

Sederhananya, jika penyebaran virus yang signifikan berasal dari tenggorokan, maka masuk akal untuk menguji kemanjuran produk yang berpotensi membunuh virus di lokasi tersebut.

Para penulis penelitian juga mencatat bahwa karena kecepatan virus corona baru muncul, masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana fungsinya. Dengan demikian, teori mereka bergantung pada asumsi tertentu yang mungkin ternyata tidak berdasar.

Setelah mempelajari berbagai literatur, para peneliti menemukan ada alasan bagus untuk menggangap bahwa beberapa produk rendah alokohol secara teori dapat mengganggu virus SARS-CoV-2. Para penulis memperjelas bahwa bagaimana pun penelitian mereka masih spekulatif.

Para peneliti perlu melakukan lebih banyak pengetesan untuk menemukan apakah obat kumur akan memengaruhi virus corona baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat mulut Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top