Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Stimulasi Dorong Perkembangan Motorik Anak

Keterampilan motorik halus anak melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari dan pergelangan tangan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  14:32 WIB
Ayah dan anak - Istimewa
Ayah dan anak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki bulan keenam kehidupan si kecil, sistem saraf dan kontrol ototnya semakin berkembang dan selaras. Kemampuan geraknya berubah, dari yang cepat dan spontan menjadi lebih halus dan terkontrol.

Seiring bertambahnya usia, Si Kecil akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus.

Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan Si Kecil untuk bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisinya.

Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari dan pergelangan tangan. Kemampuan motorik halus memungkinkan anak untuk melakukan berbagai hal. Misalnya, menggerakan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam dan memberikan benda, memasukkan benda ke dalam wadah dan sebagainya.

Head of Medical KALBE Nutritionals Muliaman Mansyur menjelaskan bahwa tahun pertama kehidupan Si Kecil akan ditandai dengan perkembangan kemampuan motoriknya.

Menurutnya, mulai bulan keempat, Si Kecil sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepalanya dan mengikuti gerakan sebuah objek. Kemampuannya akan terus bertambah dari bulan ke bulan, sehingga di tahun pertama, umumnya bayi akan mulai untuk seimbang, duduk, merangkak dan akhirnya berdiri.

Kemampuan motorik halusnya juga berkembang dari menyentuh objek secara acak, hingga mampu menggenggam dengan sempurna.

"Pada tahap di bulan keenam, bunda dapat melatih motorik Si Kecil, sekaligus juga memberikan nutrisi yang tepat kepada Si Kecil melalui makanan atau camilannya, sehingga Si Kecil bisa belajar menggenggam dan menjimpit camilannya, sambil makan makanan bernutrisi tersebut juga," tulisnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2020).

Berikut ini beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi motorik Si Kecil:

Bermain telungkup. Tentunya di bawah pengawasan Bunda, posisikan Si Kecil tertelungkup untuk memperkuat otot leher dan punggungnya. Pancing perhatian Si Kecil dengan memegang mainan berwarna-warni serta bunyi yang menarik perhatiannya. Lakukan posisi ini selama 1-2 menit.

Bermain bola. Gulirkan bola besar pada Si Kecil dan amati keterampilannya. Awalnya mungkin ia hanya seperti ‘menepuk' bola itu. Selanjutnya, ia akan berusaha untuk mendorong balik bola itu. Bermain memberi dan menerima. Letakkan sesuatu yang dapat digenggam Si Kecil, lalu Bunda coba tarik atau ambil benda dengan lembut. Aktivitas ini membantu membentuk otot ketika Si Kecil berusaha menolak memberikannya.

Latih jari dengan makanan camilan. Makanan ringan atau camilan sangat baik untuk melatih kemampuan motorik. Hal ini membuat setiap pengalaman makan menjadi waktu belajar yang menyenangkan bagi Si Kecil. Ajaklah Si Kecil untuk mengambil dan menggigit makanan camilan. Oleh karena itu, penting memilih camilan yang tepat, sehingga Si Kecil dapat terbiasa melatih kemampuan motorik dan oromotornya.

"Pemberian makanan kecil yang sesuai dengan tangan Si Kecil, atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangan Si Kecil, mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkram, serta keterampilan mengunyah. Pemberian finger food merupakan stimulasi yang tepat untuk merangsang pertumbuhan dan mengaktifkan panca indra dan kemampuan motorik halus Si Kecil," jelasnya.

Stimulasi indera perabaan ini hendaknya dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan Si Kecil, misalnya ketika momen makan besar, bermain, bahkan makan camilan.

Stimulasi yang dilakukan terus-menerus dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil, memacu kecerdasan, membantu menguatkan koneksi serabut otak (sinapsis) dan sel-sel otak guna mendukung fungsi otak yang optimal. "Stimulasi ini juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, perhatian Si Kecil di kemudian hari,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak pendidikan anak Anak Balita
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top