Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ernest Prakasa: Soal Rasisme, Indonesia Harus Belajar dari Sejarah

Tindakan rasisme yang terjadi pada masing-masing daerah memiliki latar belakang yang berbeda. Ernerst Prakasa juga pernah mengalami perlakuan rasis.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  17:27 WIB
 Ernest Prakasa - Instagram@ernestprakasa
Ernest Prakasa - Instagram@ernestprakasa

Bisnis.com, JAKARTA - Ernest Prakasa pernah diperlakukan rasis karena memiliki mata sipit dan kulit putih.

Perlakuan rasis yang diperoleh oleh Ernest terjadi karena terlahir menjadi sebagai orang China. Perlakukan rasis dari lingkungan sekitarnya merupakan hal yang tidak diinginkannya.

"Gue korban rasis. Awalnya gue benci. Saat gue mulai tumbuh besar, gue nanya, salah gue apa sih? Gue cuma salah lahir, karena gue terlahir China dan sampai mati akan jadi China. Gue mengalami diskriminasi karena sesuatu yang tidak gue pilih," ungkapnya dalam video Instagram, Rabu (3/6/2020).

Akhir-akhir ini, muncul isu rasisme akibat kematian pria berkulit hitam George Floyd di Amerika Serikat. Ernest berkomentar bahwa rasisme yang terjadi di Amerika Serikat memiliki sejarah yang berbeda dengan di Indonesia.

Menurutnya, rasisme di AS terjadi karena warga kulit hitam dinilai lebih kriminal dibandingkan dengan kulit putih, sehingga diperlakukan tidak adil dan sering dikriminalisasi.

Sementara itu, perspektif rasisme yang terjadi di Indonesia menurut pandangan Ernest adalah rasisme kepada etnis Tionghoa, karena dinilai pelit dan sok eksklusif. Padahal, sejak zaman VOC, pendatang dari Asia Timur asing diberikan kedudukan yang lebih dibandingkan dengan warga setempat telah bekerja lebih keras.

"Namun, di banyak tempat di Indonesia, perjuangan untuk melawan Belanda dilakukan bahu-membahu antara China dan yang bukan China," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china artis George Floyd
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top