Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apakah Anak Lebih Tinggi Imunitasnya Daripada Orang Dewasa?

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bakti Pulungan mengatakan bahwa hal itu tidak benar, kerentanan anak dan orang dewasa adalah sama.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  15:54 WIB
Ilustrasi - Webmd
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA -- Mulai diterapkannya normal baru membuat waswas para orang tua, pasalnya akankah mereka mengizinkan anaknya untuk datang ke sekolah atau tetap bersekolah secara virtual, hal ini menjadi problema manakala disebut bahwa imunitas anak lebih tinggi daripada orang dewasa.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bakti Pulungan mengatakan bahwa hal itu tidak benar, kerentanan anak dan orang dewasa adalah sama.

 “Sama saja rentannya, anak adalah vulnerable population yg harus dilindungi di seluruh dunia, tujuan bersama tahun 2030 adalah kesehatan anak jelas termasuk stunting. Dengan atau tanpa adanya covid kesehatan anak Indonesia rapornya kurang baik,” ujarnya dalam siaran ILC, Selasa (9/6/2020).

Menurut Aman, dari data IDAI, anak yang sakit atau positif Covid-19 ini masih meningkat setiap minggu, senada dengan angka yang meninggal juga meningkat tiap minggu. Bagi IDAI, hak pertama anak adalah untuk hidup, setelah itu untuk sehat termasuk tidak boleh sakit atau cacat lalu pendidikan.

“Yang menyedihkan bagi kami adalah angka kematian anak kita [Indonesia] paling tinggi di dunia akibat Covid-19, angkanya antara 2%-5% atau sekitar 4% dari angka anak sakit. Ini kan kita tidak bisa main-main. Kami tidak melihat angka statistik karena 1 anak pun tidak ada yang boleh meninggal di Indonesia,” paparnya.

Sehingga, pihaknya mengusulkan bahwa tahun ajaran baru boleh dimulai kapan saja, namun untuk bersekolah bertemu bertatap muka bisa dilakukan pada penghujung tahun atau sampai semuanya membaik.

“Teman-teman, tolonglah semua bersabar didiklah anak di rumah dulu mungkin bosan karena WFH [work from home] tapi rasa bosan ini tidak akan sama dengan rasa sakitnya kalau anak kita masuk ICU dalam keadaan kritis, isolasi atau meninggal.”

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi terkait pandemi Covid-19 di dalam negeri, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Untuk membuka sekolah, masih kita lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun, atau awal tahun 2021.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Imunitas tubuh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top