Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Protein dari Tanaman Lebih Sehat daripada Daging, Bisa Kurangi Risiko Kanker

Protein dari tanaman lebih sehat dibandingkan dengan protein hewani. Penelitian terbaru, protein tanaman bisa mengurangi risiko kematian akibat kanker.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  11:02 WIB
Aneka kacang sumber protein dari tanaman. - Istimewa
Aneka kacang sumber protein dari tanaman. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penelitian  menyebut bahwa seseorang lebih baik mendapatkan kebutuhan protein dari kacang-kacangan daripada protein yang berasal dari daging sapi. Protein dari tanaman bisa mengurangi risiko kanker.

Penelitian ini dilakukan di Yunani dengan melibatkan 3.349 laki-laki dan perempuan berusia di atas 50 tahun. para peneliti menghitung skor penuaan (successful ageing score/SAI) dan menghubungkan apa yang dimakan seseorang dengan infeksi tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan protein nabati tinggi memiliki skor SAI lebih tinggi daripada mereka yang memiliki asupan protein nabati rendah. Peneliti menyimpulkan bahwa diet nabati yang kaya protein berpotensi lebih bermanfaat bagi kesehatan dan skor penuaan yang lebih baik.

Selain itu, penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jepang pada 2019 juga menyatakan hal serupa. Penelitian dengan lebih dari 70.000 peserta ini menyimpulkan bahwa asupan protein nabati dikaitkan dengan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Adapun, terkait dengan konsumsi protein dari daging dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi protein tinggi dari daging memiliki risiko kematian tinggi dan peningkatan empat kali lipat dalam risiko kematian terkait kanker.

Sumber protein nabati yang baik

Dilansir dari Metro UK, Senin (15/6) ada sejumlah makanan yang bisa dijadikan sebagai sumber protein nabati. Misalnya steak vegan atau yang dikenal dengan nama seitan, yakni pengganti daging nabati yang terbuat dari gluten.

Seitan dilaporkan memiliki tiga kali protein steak dan 10 persen kandungan lemak. Per 100 gram, seitan memiliki 28 persen besi dibandingkan steak dengan 13 persen kandung. Produk nabati ini juga memiliki lebih banyak magnesium, tetapi tidak memiliki vitamin B12 yang secara alami ada pada daging.

Selain seitan, salah satu sumber protein nabati yang mudah ditemui adalah produk dari shake bar protein. Saat ini sudah banyak perusahaan yang memproduksi cokelat batangan dengan protein tinggi berbasis tanaman.

Adapun, sumber lain adalah mentega kacang yang mengandung 3,4 gram protein per sendok makan. Ada juga lentil yang mengandung sekitar 12 gram protein per setengah gelas. Selain itu, kacang panggang juga mengandung 4 gram protein per 100 gramnya.

Kemudian, sumber lainnya yang mudah ditemukan adalah tahu dan tempe yang mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Tahu dan tempe juga mengandung nutrisi penting lain seperti zat besi, kalsium, mangan, fosfor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

protein daging daging sapi kanker tips sehat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top