Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gampang Dehidrasi, Anak Remaja Lebih Rentan Terkena DBD

Kelompok usia remaja dinilai lebih mudah dehidrasi sehingga lebih rentan terinfeksi demam berdarah dengue atau DBD ketimbang usia lainnya.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  12:06 WIB
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok usia remaja dinilai lebih rentan terinfeksi demam berdarah dengue atau DBD ketimbang usia lainnya karena lebih mudah dehidrasi.

“DBD bisa menyerang semua kelompok umur. Hanya saja trennya sekarang ke arah remaja. Banyak sekali mereka yang datang dengan fase kritis,” kata Ahli Infeksi dan Pedriati Tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Mulya Ramha Karyanti saat memberi keterangan pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (22/6/2020).

Karyanti menjelaskan dalam kondisi dehidrasi, seseorang lebih rentan terhadap infeksi DBD. “Mereka merasa muntah akhirnya tidak minum dan jadi dehidrasi. Apalagi jika tinggal di indekos tidak ada yang mengingatkan begitu,” kata dia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya penambahan kasus baru DBD sebanyak 100 hingga 500 kasus per hari di seluruh wilayah Indonesia sampai dengan Juni 2020.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menuturkan, temuan ini berbeda dengan tren kasus DBD yang memiliki puncak di Maret setiap tahunnya.

“DBD puncak kasusnya setiap tahun itu di bulan Maret. Tetapi ada suatu hal berbeda tahun ini karena sampai Juni masih banyak ditemukan kasus baru antara 100 hingga 500 kasu per hari,” katanya, Senin (22/6/2020).

Dia membeberkan dari hasil rekapitulasi hingga hari ini (22/6) didapatkan total kasus DBD di seluruh provinsi mencapai 68.000 kasus. Menurut dia, sejumlah wilayah dengan angka kasus DBD tertinggi juga merupakan wilayah episenter Covid-19.

“Misalkan Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyarkata, dan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd dehidrasi
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top