Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kreasi APD Modis Rosie Rahmadi, Peluang di Tengah Pandemi

Gadiza merupakan salah satu brand yang terkena dampak Pandemi virus corona.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  14:51 WIB
Outer karya Rosie Rahmadi
Outer karya Rosie Rahmadi

Bisnis.com, JAKARTA -  Di tengah pandemi hamoir semua aspek bisnis terkena imbasnya, termasuk industri fashion.

Gadiza merupakan salah satu brand yang terkena dampak Pandemi tersebut. Pada satu bulan pertama sejak merebaknya pandemi, omset Maison Gadiza turun drastis. Beberapa perusahaan bahkan bergerak cepat dengan melakukan efisiensi besar-besaran dan pengurangan karyawan.

“SDM adalah asset dari Gadiza. Maka kalaupun keputusan itu harus diambil, merumahkan karyawan adalah keputusan paling terakhir yang harus diambil” ujar Rosie Rahmadi selaku Creative Director dan Designer dari Gadiza dalam siaran persnya.

Pada awal masa pandemi, pertama yang dilakukan Creative Director Gadiza, Rosie Rahmadi adalah membangun mental diri untuk menghadapi kondisi ini, membandung mental tim, kesehatan diri dan semangat. Setelah itu, dimulailah koordinasi dengan tim untuk menyusun strategi untuk bertahan.

Strategi pertama yang dilakukan adalah yaitu mulai melakukan aktivasi digital. Sebelumnya, Maison Gadiza lebih banyak bergerak di penjualan offline. Ketika diberlakukan PSBB, otomatis, butik Maison Gadiza di jalan Margonda Depok tidak bisa terbuka lagi untuk umum.

Aktivitas store pun terbatas hanya untuk pengiriman barang dan administrasi.

“Karyawan-karyawan tetap masuk secara bergantian sesuai shift sesuai dengan protocol dari pemerintah untuk Social Distancing. Akan tetapi untuk toko kami tutup” tambahnya.

Aktivasi Digital yang dilakukan diantaranya memaksimalkan media social dan website sebagai sarana untuk penjualan dan branding. Salah satu strategi yang dilakukan untuk menarik orang untuk berbelanja online yaitu menerapkan strategi diskon dan digital marketing. Hal tersebut sekaligus menghindari penumpukan stok berlebih.

Tim Creative dibentuk untuk membuat berbagam content di social media. Hal tersebut dilakukan untuk tetap memberikan pengalaman berbelanja yang menarik meskipun hanya virtual. Konten-konten yang dibuat seperti live shopping, melakukan review produk, photoshoot mix and match berbagai produk, membuat behind the scene, hingga story telling yang menarik tentang produk Maison Gadiza dilakukan.

Selain itu, untuk meningkatkan distribusi konten lebih luas dan brand awareness lebih tinggi, setiap anggota tim di Gadiza diajak untuk upload bersama ke sosial media masing.

Sementara tim fokus pada penjualan produk sales yang masih ada, tim riset dan produksi melakukan riset lebih dalam mengenai produk-produk yang memang dibutuhkan saat dan mendevelop ulang produk-produk yang fast moving.

“Kita melakukan redefine produk-produk lama Gadiza yang kira kira cocok untuk tetap digunakan di saat pandemic ini.”

Pada saat itu ia melihat berita tentang sepasang suami istri yang menggunakan APD Medis hanya untuk berbelanja ke Supermarket. Hal tersebut membuat banyak orang marah karena kelangkaan APD Medis pada saat itu. Akan tetapi, Rosie Rahmadi menemukan sudut pandang yang berbeda dari kejadian itu.

“Pandemi ini menyadarkan kita semua, bahwa di luar sana tidak aman, dan kita perlu perlindungan ekstra untuk ke luar rumah.”

Dengan fokus pada riset sesuai dengan kebutuhan pelanggannya, Rosie Rahmadi kemudian melaunching ulang produk SAZIA OUTER sebagai Outer Pelindung Diri. Dengan desain yang simple, penggunakaan bahan yang ringan dan water repellent menjadikan Outer Pelindung Ini bisa digunakan sebagai pengganti APD.

Hanya dalam waktu singkat, Sazia Outer yang awalnya melimpah di Gudang Maison Gadiza habis dan harus memproduksi lagi.
Hingga saat ini, Rosie Rahmadi telah mengeluarkan desain Outer Pelindung Diri yang tidak hanya bisa digunakan oleh perempuan tetapi juga laki-laki (Unisex).

Permintaan SAZIA OUTER ini didominasi oleh orang yang masih harus beraktivitas di luar, seperti dokter, pekerja kantoran, dan ibu rumah tangga. Kebanyakan pengguna memiliki lebih dari satu SAZIA Outer, karena harus dicuci setiap setelah pakai dan keesokan harinya harus dipakai lagi untuk kembali keluar.

Dengan banyaknya permintaan akan Outer Pelindung Diri, Rosie Rahmadi tidak lantas lengah. Menyadari bahwa banyak ketidak pastian dalam bisnis di tengah Pandemi ini, ia bersama tim mulai membentuk pasukan penjualan yang ia beri nama Gadiza Pesonal Shopper. Cara pemasaran yang awalnya hanya fokus pada store, mulai membuka kran distribusi lainnya seperti membuka penawaran dropshipper dan reseller dengan menggaet Loyal Customer atau lingkungan terdekat dari Maison Gadiza.

Meningkatkan pelayanan dengan berbagai pilihan yang memudahkan seorang pelanggan mendapatkan produk-produk gadiza, seperti pelayanan pengiriman antar barang langsung ke rumah, membuat paket gift yang memudahkan seseorang untuk bisa mengirim hadiah kepada sahabat atau keluarga terdekat berupa produk-produk Gadiza.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion apd
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top