Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iqos Dapat Izin BPOM AS, Benarkah Lebih Sehat dari Rokok?

Sistem ini diklaim memiliki risiko yang dimodifikasi (Modified Risk Tobacco Product/MRTP), dan FDA menemukan bahwa modifikasi paparan IQOS sejalan dengan upaya mendukung kesehatan masyarakat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  16:27 WIB
FDA
FDA

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) hari ini memberikan izin pemasaran IQOS, produk tembakau yang dipanaskan secara elektrik dari Philip Morris International (PMI).

Sistem ini diklaim memiliki risiko yang dimodifikasi (Modified Risk Tobacco Product/MRTP), dan FDA menemukan bahwa modifikasi paparan IQOS sejalan dengan upaya mendukung kesehatan masyarakat.

IQOS adalah produk nikotin elektronik pertama dan satu-satunya yang diberikan izin pemasaran melalui proses MRTP FDA.

"Melalui proses aplikasi produk tembakau risiko yang dimodifikasi, FDA bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang ditujukan kepada konsumen tentang pengurangan risiko atau pengurangan paparan dari menggunakan produk tembakau didukung oleh bukti ilmiah dan dapat dipahami," kata Mitch Zeller, JD, direktur FDA Pusat Produk Tembakau dikutip dari laman resmi FDA.

“Data yang dikirimkan oleh perusahaan menunjukkan bahwa memasarkan produk-produk khusus ini dengan informasi resmi dapat membantu perokok dewasa yang kecanduan beralih dari rokok yang terbakar dan mengurangi paparan mereka terhadap bahan kimia berbahaya, tetapi hanya jika mereka benar-benar beralih," tambahnya.

Dia melanjutkan FDA akan memonitor dengan cermat bagaimana IQOS digunakan oleh konsumen untuk menentukan apakah produk ini memenuhi potensi ini dan tidak menyebabkan peningkatan penggunaan di kalangan kaum muda. 

FDA mengizinkan pemasaran IQOS dengan informasi berikut dikutip dari laman resmi FDA.

1. Sistem IQOS memanaskan tembakau tetapi tidak membakarnya. Hal ini secara signifikan mengurangi produksi bahan kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya.

2. Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke sistem IQOS mengurangi paparan tubuh Anda dari bahan kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya

3. FDA menyimpulkan bahwa bukti ilmiah yang ada menunjukkan bahwa IQOS diharapkan bermanfaat bagi kesehatan populasi secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan baik bagi pengguna produk tembakau maupun juga orang yang saat ini tidak menggunakan produk tembakau

Keputusan FDA lebih lanjut didasarkan pada konsensus ilmiah internasional independen yang muncul bahwa IQOS adalah pilihan yang lebih baik daripada terus merokok, dan mengikuti keputusan FDA pada April 2019 yang mengesahkan komersialisasi IQOS di Amerika Serikat

Keputusan FDA memberikan contoh penting tentang bagaimana pemerintah dan organisasi kesehatan masyarakat dapat mengatur produk alternatif bebas asap dengan cara membedakannya dari rokok konvensional untuk melindungi dan mendukung kesehatan masyarakat
 

Keputusan ini dikeluarkan setelah mengkaji bukti ilmiah ekstensif dari PMI yang diserahkan ke FDA pada bulan Desember 2016 untuk mendukung pengajuan aplikasi MRTP-nya.

André Calantzopoulos, Chief Executive Officer PMI, mengatakan IQOS merupakan produk tembakau yang secara fundamental berbeda dengan rokok dan merupakan pilihan lebih baik bagi perokok dewasa yang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perokok merokok
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top