Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi yang Pertama di Dunia, Rusia Bakal Produksi 30 Juta Vaksin Covid-19 Tahun Ini

Uji coba manusia pertama vaksin, tes sebulan pada 38 orang, berakhir minggu ini. Para peneliti menyimpulkan bahwa itu aman untuk digunakan dan menginduksi respon imun, meskipun kekuatan respon itu masih belum jelas.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  19:26 WIB
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia berencana memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 eksperimental di dalam negeri tahun ini, dengan potensi untuk memproduksi 170 juta lebih lanjut di luar negeri, kata kepala dana kekayaan negara itu.

Rusia melakukan uji coba vaksin pertama pada sebulan lalu dengan melibatkan 38 orang, yanh berakhir minggu ini. Para peneliti menyimpulkan bahwa uji coba vaksin itu aman untuk digunakan dan menginduksi respon imun, meskipun kekuatan respon itu masih belum jelas.

Uji coba Fase III yang lebih besar yang melibatkan beberapa ribu orang diperkirakan akan dimulai pada Agustus, kata kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev.

"Kami percaya bahwa berdasarkan hasil saat ini akan disetujui di Rusia pada Agustus dan di beberapa negara lain pada September. Ini menjadikannya mungkin vaksin pertama yang disetujui di dunia," katanya dalam sebuah wawancara.

Lebih dari 100 vaksin yang mungkin sedang dikembangkan untuk mencoba menghentikan pandemi. Setidaknya dua dalam uji coba manusia fase 3 akhir, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia - satu sedang dikembangkan oleh Sinopharm China dan lainnya oleh AstraZeneca dan University of Oxford.

Produsen juga bergulat dengan pertanyaan tentang bagaimana meningkatkan produksi secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan global.

Imunitas Herd

Dmitriev mengatakan uji coba Fase 3 Rusia akan dilakukan di dalam negeri dan di dua negara Timur Tengah, dan akan dimulai setelah uji coba Fase 2 100-orang berakhir pada 3 Agustus.

Rusia sedang dalam pembicaraan dengan Arab Saudi untuk menjadi pusat uji coba serta mitra manufaktur, katanya dalam konferensi pers terpisah.

Institut Gamaleya Moskwa, yang mengembangkan kandidat vaksin Rusia, memproduksi dosis untuk uji klinis, sementara perusahaan farmasi swasta Alium - bagian dari konglomerat Sistema-R-Pharm dan menangani produksi.

Keduanya memperbarui pengaturan lab mereka untuk dapat mengambil alih produksi dalam beberapa bulan ke depan, kata Dmitriev.

"Ada pengertian umum bahwa untuk kekebalan  di Rusia perlu memvaksinasi antara 40 juta dan 50 juta orang," katanya.

"Jadi kami percaya kami akan dalam kondisi yang baik memproduksi sekitar 30 juta (dosis dalam negeri) tahun ini dan kemudian kami dapat menyelesaikan vaksinasi tahun depan."

Rusia juga telah mencapai kesepakatan manufaktur dengan lima negara lain dan dapat memproduksi hingga 170 juta dosis di luar negeri tahun ini, kata Dmitriev.

Dia menolak mengatakan di mana atau memberikan rincian harga, tetapi mengatakan negara-negara di Amerika Latin, Timur Tengah dan di tempat lain telah menyatakan minatnya untuk mengimpor vaksin.

Rusia juga telah mencapai kesepakatan dengan produsen obat AstraZeneca tentang potensi vaksin COVID-19, yang disebut AZD1222. "Kami berharap salah satu perusahaan portofolio kami juga akan bekerja untuk memproduksi vaksin AstraZeneca di Rusia," kata Dmitriev dikutip dari channelnewsasia.com.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top