Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Papua Nugini Catat Kasus Kematian Pertama Terkait Pandemi Covid-19

Seorang perempuan berusia 48 tahun yang menderita kanker payudara menjadi korban pertama karena virus corona baru, meninggal di rumah sakit umum Port Moresby pada akhir pekan lalu.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  11:53 WIB
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Papua Nugini telah mencatat kematian pertama terkait Covid-19, yang juga merupakan kematian pertama di Melanesia, ketika berupaya menahan wabah di rumah sakit utama yang ada di ibu kotanya, Port Moresby.

Dilansir dari The Guardian, Senin (20/7) seorang perempuan berusia 48 tahun yang menderita kanker payudara menjadi korban pertama karena virus corona baru, meninggal di rumah sakit umum Port Moresby pada akhir pekan lalu.

Dinyatakan oleh dokter setempat bahwa kematiannya berkaitan dengan virus corona baru yang menyebabkan penyakit sebelumnya makin parah. Sebelum infeksi dan kematian pertamanya itu, Papua Nugini mencatat lima kasus positif pada pekerja di laboratorium kesehatan masyarakat.

Akibat kejadian tersebut, kelompok masyarakat yang ada di rumah sakit telah mengajukan pertanyaan tentang kapasitas negara untuk melakukan pengujian dan menangani kasus wabah pandemi Covid-19 yang muncul.

Adapun, laboratorium dilaporkan telah menjalani pembersihan dan desinfeksi menyeluruh. Papua Nugini telah melaporkan ada 17 kasus positif yang tercatat, dilaporkan berasal dari markas militer Murray Barrack dan Port Moresby.

“Covid-19 tidak membeda-bedakan, virus dapat menyerang yang kuat, dan dalam hal ini menyerang yang paling rentan. Kita semua harus mengubah cara hidup kita, hal-hal yang tidak terlalu diperhatikan sebelumnya,” kata Paison Dakulala dari Pusat Kontrol Nasional untuk Covid-19.

Dia mengatakan bahwa pertumbuhan eksponensial dalam kasus-kasus internasional juga menyebabkan kekhawatiran bagi Papua Nugini. Dia menyebut bahwa pandemi ini belum berakhir dan masyarakat harus waspada serta mematuhi langkah kesehatan yang ada.

Sayangnya, menteri kesehatan setempat Jelta Wong menyatakan bahwa banyak warga yang angkuh tentang pandemi dan tidak mempraktekkan pembatasan jarak sosial, “Covid-19 adalah nyata dan bergerak di sekitar komunitas kita, karena kita terlalu berpuas diri.”

“Bahayanya adalah bahwa orang-orang akan berpikir Covid-19 ada di rumah sakit umum Port Moresby dan jika kita menjauh dari sana kita akan baik-baik saja. Padahal itu sangat jauh dari kebenaran,” tandasnya.

Wong mengatakan enam kasus terakhir yang tercatat dalam seminggu terjadi pada orang yang masuk dan keluar dari lingkungannya secara bebas, menghadiri kebaktian gereja, pergi ke pusat perbelanjaan, berkumpul di pasar, dan menggunakan transportasi umum.

Mereka, lanjutnya, bisa terinfeksi di mana saja dan pemerintah saat ini sedang melakukan pelacakan kontak untuk memastikan bahwa pasien tidak menginfeksi orang lain. Hal ini juga harus menjadi perhatian penting masyarakat.

Kematian di Papua Nugini adalah yang pertama di negara-negara yang ada di wilayah Pasifik, dan hanya yang ke delapan di seluruh Pasifik. Guam telah mencatat lima kematian dan Kepulauan Mariana Utara dengan dua kasus kematian.

Negara-negara di wilayah tersebut sejauh ini telah berhasil menekan jumlah infeksi Covid-19 melalui implementasi isolasi geografis kawasan dan pengetatan hingga penutupan perbatasan.

Akan tetapi ada kekhawatiran yang tinggi bahwa jika virus itu akan mendapat pijakan yang signifikan, maka wabah dapat menghancurkan komunitas pulau pantara infrastruktur kesehatan yang ada masih sangat terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua nugini Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top