Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cedera Luka Bakar di Rumah, Ini Cara Mengatasinya

Selama masa pandemi virus corona (Covid-19), banyak orang menemukan hobi baru, seperti memasak atau membuat kue yang membuat cedera luka bakar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  19:10 WIB
Luka bakar - Istimewa
Luka bakar - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan new normal semakin banyak kegiatan di rumah yang  membuatnya adanya cedera luka bakar.

Mengacu dari data Riskesdas 2018, angka kasus luka bakar menempati urutan ke-5 jenis cedera tidak sengaja dan secara keseluruhan mengalami kenaikan 0,6 persen menjadi 1,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 3 juta kasus.

Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto mengungkapkan, ada temuan tingginya risiko cedera luka bakar selama masa kerja di rumah saja.

Weitarsa Hendarto menyampaikan sekalipun aktivitas sosial dan ekonomi mulai dilonggarkan di masa PSBB transisi, masyarakat tetap waspada dalam beraktifitas di luar, karena risiko penyebaran virus masih tetap tinggi. Tren berkegiatan di rumah pun masih tetap akan tinggi.

Apalagi selama masa pandemi, sudah tercipta kenyamanan bagi beberapa orang. Alhasil banyak orang menemukan hobi baru yang bisa dilakukan di rumah, misalnya memasak atau membuat kue.

“Tanpa kita sadari, kegiatan sehari-hari seperti memasak, membuat kopi atau teh, mandi dengan air hangat, mengeringkan rambut dengan hair dryer berpotensi menimbulkan luka bakar jika tidak kita lakukan dengan cara aman. Bahkan, sebagian besar luka bakar terjadi di rumah,” ungkap Weitarsa dalam webinar bersama Combiphar, Rabu (22/7/2020).

Oleh sebab itu, menurut dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar menegaskan seringkali masyarakat menganggap remeh luka bakar. Alhasil ketika mengalami luka bakar, masyarakat melakukan metode pertolongan pertama yang tidak tepat.

“Misalnya ya dengan mengoleskan kecap, mentega, atau pasta gigi. Padahal ini memperburuk luka bakar, bahkan meningkatkan infeksi dan membuat jaringan parut, serta inflamasi,” tutur Sandi.

Oleh sebab itu dia menyampaikan ada beberapa tips beraktivitas aman dari risiko luka bakar di rumah. Pertama, Anda jangan meninggalkan kompor tanpa pengawasan.

Kedua, Anda harus memeriksa dengan detail suhu air panas. Ketiga, Anda harus mematikan peralatan yang menghasilkan panas. Selain kompor juga ada oven dan microwave.

Keempat, Anda perlu memasang pengaman pada outlet listrik. Kelima, Anda harus menyiapkan obat luka bakar di rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terbakar Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top