Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cedera Luka Bakar di Rumah, Ini Cara Mengatasinya

Selama masa pandemi virus corona (Covid-19), banyak orang menemukan hobi baru, seperti memasak atau membuat kue yang membuat cedera luka bakar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  19:10 WIB
Cedera Luka Bakar di Rumah, Ini Cara Mengatasinya
Luka bakar - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan new normal semakin banyak kegiatan di rumah yang  membuatnya adanya cedera luka bakar.

Mengacu dari data Riskesdas 2018, angka kasus luka bakar menempati urutan ke-5 jenis cedera tidak sengaja dan secara keseluruhan mengalami kenaikan 0,6 persen menjadi 1,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 3 juta kasus.

Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto mengungkapkan, ada temuan tingginya risiko cedera luka bakar selama masa kerja di rumah saja.

Weitarsa Hendarto menyampaikan sekalipun aktivitas sosial dan ekonomi mulai dilonggarkan di masa PSBB transisi, masyarakat tetap waspada dalam beraktifitas di luar, karena risiko penyebaran virus masih tetap tinggi. Tren berkegiatan di rumah pun masih tetap akan tinggi.

Apalagi selama masa pandemi, sudah tercipta kenyamanan bagi beberapa orang. Alhasil banyak orang menemukan hobi baru yang bisa dilakukan di rumah, misalnya memasak atau membuat kue.

“Tanpa kita sadari, kegiatan sehari-hari seperti memasak, membuat kopi atau teh, mandi dengan air hangat, mengeringkan rambut dengan hair dryer berpotensi menimbulkan luka bakar jika tidak kita lakukan dengan cara aman. Bahkan, sebagian besar luka bakar terjadi di rumah,” ungkap Weitarsa dalam webinar bersama Combiphar, Rabu (22/7/2020).

Oleh sebab itu, menurut dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar menegaskan seringkali masyarakat menganggap remeh luka bakar. Alhasil ketika mengalami luka bakar, masyarakat melakukan metode pertolongan pertama yang tidak tepat.

“Misalnya ya dengan mengoleskan kecap, mentega, atau pasta gigi. Padahal ini memperburuk luka bakar, bahkan meningkatkan infeksi dan membuat jaringan parut, serta inflamasi,” tutur Sandi.

Oleh sebab itu dia menyampaikan ada beberapa tips beraktivitas aman dari risiko luka bakar di rumah. Pertama, Anda jangan meninggalkan kompor tanpa pengawasan.

Kedua, Anda harus memeriksa dengan detail suhu air panas. Ketiga, Anda harus mematikan peralatan yang menghasilkan panas. Selain kompor juga ada oven dan microwave.

Keempat, Anda perlu memasang pengaman pada outlet listrik. Kelima, Anda harus menyiapkan obat luka bakar di rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terbakar Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top