Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepat Pengadaan Alat Kesehatan, Gakeslab Luncurkan AlkesPintar

AlkesPintar diluncurkan untuk membantu pemerintah dalam pengadaan alat-alat kesehatan dan laboratorium barang dan jasa yang dibutuhkan rumah sakit.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  14:56 WIB
AlkesPintar / Twitter gakeslab
AlkesPintar / Twitter gakeslab

Bisnis.com, JAKARTA – Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) meluncurkan AlkesPintar.id, sebuah marketplace digital yang yang khusus menyediakan alat-alat kesehatan dan laboratorium.

Marketplace tersebut diproyeksikan untuk membantu pemerintah dalam pengadaan alat kesehatan dan laboratorium barang dan jasa yang dibutuhkan rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta di seluruh Indonesia.

Sekjen Gakeslab Randy Teguh menjelaskan tujuan dibangunnya AlkesPintar ini untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan alat-alat kesehatan dan laboratorium dengan transparan, adil, terbebas dari praktik bisnis yang tidak sehat oleh rumah sakit sebagai pengguna.

Produk-produk alat kesehatan yang ditawarkan di AlkesPintar semuanya telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Sehingga dari segi fungsi, kualitas, dan harga dijamin kewajarannya.

“Alat-alat kesehatan adalah barang yang harus selalu tersedia di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Terlebih Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 275 juta jiwa. AlkesPintar dibangun agar pengadaannya selalu bisa dilakukan dengan cepat, mudah, transparan, dan fair,” kata Randy melalui keterangan resmi, Jumat (28/8/2020).

Bisnis alat kesehatan, imbuhnya, adalah bisnis yang diatur dengan banyak regulasi, karena terkait dengan kesehatan dan jiwa manusia. Di sisi lain, pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dilakukan secara manual, cukup rentan untuk terjadinya praktik bisnis yang tidak sehat.

AlkesPintar ini juga bertujuan mereduksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya praktik bisnis yang tidak sehat dalam pengadaan alat-alat kesehatan.

Randy menyebutkan bahwa saat ini AlkesPintar juga telah diapresiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai satu dari tiga platform digital yang memfasilitasi belanja barang dan jasa pemerintah.

“Dua platform lainnya adalah ‘Siplah’ milik Kemendikbud dan ‘Mbiz’ yang dijalankan Pemprov Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Randy, diluncurkannya AlkesPintar ini selaras dengan misi pemerintah dalam pembenahan perizinan dan tata niaga.

“Tata niaga yang memberi kesempatan bagi para pemburu rente, harus dipangkas. Karena korban dari tata niaga yang tidak sehat adalah rakyat,” ujarnya, mengutip pidato Presiden Joko Widodo dalam acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi yang digelar oleh KPK.

Lebih lanjut, dia menyatakan kehadiran AlkesPintar juga sejalan dengan Strategi Nasional KPK dalam pencegahan korupsi, seperti dikemukakan Wakil Ketua KPK, Nawawi Promolango.

“Marketplace ini merupakan best practice untuk kondisi saat ini. Karena itu, pengembangannya harus diperkuat oleh berbagai pihak agar dapat membantu Pemerintah mencapai efisiensi baik dari sisi waktu maupun anggaran dalam pengadaan alat-alat kesehatan,” ujarnya.

Poin pertama dari enam Strategi Nasional KPK dalam upaya pencegahan korupsi adalah pengadaaan barang dan jasa untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dilakukan melalui e-catalog dan marketplace.

Adapun, sejauh ini, penerapan e-catalog dan marketplace sudah mencapai 61,79 persen.

Randy berharap, di masa mendatang AlkesPintar juga bisa dipakai oleh seluruh rumah sakit milih pemerintah yang sejak tahun 2017 sudah menggunakan e-catalog yang dioperasikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan marketplace
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top