Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Oscar Tetapkan Keberagaman Jadi Faktor Penentu Penghargaan Film Terbaik

Oscar menetapkan unsur kesetaraan dan keseragaman sebagai faktor penting untuk meraih penghargaan film bergengsi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 September 2020  |  20:07 WIB
Piala Oscar -
Piala Oscar -

Bisnis.com, JAKARTA -- Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengumumkan bahwa film yang berharap dapat bersaing untuk mendapatkan penghargaan film terbaik harus memenuhi kriteria tertentu atas keragaman.

Panitia Oscar menetapkan empat standar yang diharapkan akan meningkatkan representasi dan inklusivitas baik di depan maupun di belakang kamera.

"Untuk Oscar ke-96, pada 2025, hanya film yang telah memenuhi setidaknya dua standar yang akan memenuhi syarat untuk penghargaan tersebut," seperti dikutip melalui BBC, Rabu (9/9/2020).

Persyaratan kelayakan ini diperkenalkan untuk penghargaan film terbaik untuk mendorong representasi yang adil di dalam dan di balik layar untuk lebih mencerminkan keragaman kepada penonton.

Mereka mencantumkan secara rinci kelompok-kelompok yang kurang terwakili - yang meliputi perempuan, kelompok ras dan etnis, LGBTQ + dan orang-orang dengan disabilitas.

The Academy menjabarkan bidang-bidang berikut di mana kelompok-kelompok tersebut perlu dilibatkan:

- Akting dan alur cerita di layar, "termasuk setidaknya salah satu aktor utama atau aktor pendukung signifikan berasal dari kelompok ras atau etnis yang kurang terwakili"

- Posisi kepemimpinan kreatif, kepala departemen dan komposisi kru

- Pelatihan dan magang yang dibayar

- Pengembangan audiens, dari publisitas dan pemasaran hingga distribusi

Persyaratan rinci ini hanya akan berlaku untuk film yang dibuat pada tahun 2024 untuk upacara penghargaan pada tahun 2025, dan seterusnya. Hingga saat itu, film dari tahun 2021 akan diminta untuk menyerahkan formulir Standar Inklusi Akademi.

"Celah harus diperluas untuk mencerminkan populasi global kita yang beragam baik dalam pembuatan film dan penonton yang terhubung dengan mereka," kata Presiden Akademi David Rubin dan CEO Dawn Hudson dalam pernyataan bersama.

"The Academy berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam membantu mewujudkan inklusivitas. Kami yakin standar inklusi ini akan menjadi katalisator untuk perubahan penting yang bertahan lama dalam industri kami," tambahnya.

Oscar telah dikritik karena kurangnya keragaman pada nominasi penghargaan bergengsi untuk perfilman.

Kegagalan Oscar untuk menominasikan aktor kulit hitam atau kaum minoritas pada tahun 2016 menimbulkan reaksi keras, dengan para bintang film memboikot acara tersebut dan memicu gerakan #OscarsSoWhite.

Oscar merespon kritik tersebut dengan menggandakan jumlah anggota wanita dan Bame pada tahun 2020.

The Academy juga mengundang 819 anggota baru untuk menjadi pemilih pada perhelatan Oscar tahun ini, 45% di antaranya adalah perempuan dan 36 persen non-kulit putih, dan mengatakan bahwa sekarang mereka telah menggandakan jumlah anggota perempuan dan tiga kali lipat jumlah orang dari etnis yang minoritas dan komunitas ras.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oscar piala oscar LGBT
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top