Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dinilai Mengeksplotasi Anak Secara Seksual, Film Netflix 'Cuties' Tuai Kritik

Para kritikus menuduh Cuties - film yang menceritakan seorang gadis muda Senegal di Paris yang bergabung dengan 'kelompok tari berjiwa bebas' untuk menghindari masalah disfungsi keluarga - telah melewati batas dalam menggambarkan anak-anak dalam sebuah cara seksual.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 September 2020  |  07:47 WIB
Para pemeran film Cuties besutan sutradara Mamouna Doucour -  Netflix
Para pemeran film Cuties besutan sutradara Mamouna Doucour - Netflix

Bisnis.com, JAKARTA - Film Prancis kontroversial 'Cuties' yang ditayangkan di Netflix telah menimbulkan reaksi keras dari para kritikus.

Para kritikus menuduh Cuties - film yang menceritakan seorang gadis muda Senegal di Paris yang bergabung dengan 'kelompok tari berjiwa bebas' untuk menghindari masalah disfungsi keluarga - telah melewati batas dalam menggambarkan anak-anak dalam sebuah cara seksual.

Dikutip dari Variety, hashtag #CancelNetflix telah menjadi trending topic pertama di Twitter di AS pada hari Kamis (10/9/2020), setelah “Cuties” ditayangkan perdana pada 9 September 2020 di Netflix.

Sebuah petisi di Change.org meminta pelanggan Netflix untuk membatalkan langganan mereka akibat peredaran film Cuties ini dan konten lainnya di layanan streaming yang mengeksploitasi anak-anak. Saat ini, petisi tersebut telah memiliki hampir 600.000 penandatangan.

Cuplikan film Cuties karya  sutradara dari Prancis Maïmouna Doucouré/ Netflix

Sayangnya, Netflix tidak menanggapi permintaan komentar. Kritik sebenarnya telah meletus pada bulan Agustus setelah poster promosi untuk Cuties yang menggambarkan pemeran mudanya dalam pose provokatif dan kostum terbuka.

Netflix pada saat itu meminta maaf atas gambar tersebut. “Kami sangat menyesal atas karya seni yang tidak pantas yang kami gunakan untuk 'Mignonnes' atau 'Cuties,'" kata perwakilan Netflix kepada Variety.

“Itu tidak baik, juga tidak mewakili film Prancis yang ditayangkan perdana di Sundance. Kami sekarang telah memperbarui gambar dan deskripsinya. "

'Cuties' adalah film besutan sutradara dari Prancis Maïmouna Doucouré. Film ini telah ditayangkan perdana di Sundance Film Festival 2019 dan film tersebut memenangkan penghargaan penyutradaraan dramatis dalam kategori sinema dunia.

Film ini didasarkan pada film pendek Doucouré sebelumnya yang berjudul 'Maman (s)' tentang seorang anak berusia 8 tahun yang marah ketika ayahnya yang berpoligami mengundang pengantin barunya ke apartemen mereka di Paris. Film ini memenangkan penghargaan film pendek kategori fiksi internasional di Sundance pada 2016.

Netflix mengungkapkan film ini merupakan komentar atas efek negatif jika gadis praremaja dipandang sebagai objek seksual di media dan sosial media. Film ini disutradarai oleh Maïmouna Doucouré dan telah memenangkan penghargaan di festival film Sundance tahun ini.

"Wawancara dengan sutradaranya dapat menjelaskan motivasinya dalam membuat film ini," ungkap pernyataan Netflix kepada Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Penulis naskah sekaligus sutradara'Cuties' Maïmouna Doucouré mengisahkan ide dari filmnya tersebut

"Ide untuk Cuties, saya peroleh ketika saya menghadiri sebuah pertemuan lingkungan di Paris, sekelompok penari yang sangat muda naik ke atas panggung dan mereka menari seperti yang biasa kita lihat di klip video. Saya terkejut karena usia mereka yang masih sangat muda yaitu 11 tahun," ujarnya.

Kemudian, Doucouré memutuskan untuk menghabiskan satu setengah tahun berikutnya untuk melakukan penelitian.

"Saya bertemu dengan ratusan pra-remaja yang menceritakan kisah mereka kepada saya. Saya perlu tahu bagaimana perasaan mereka tentang feminitas mereka sendiri dalam masyarakat saat ini, dan bagaimana mereka membentuk citra diri mereka di masa di mana media sosial menjadi sangat penting," paparnya.

Kepada penonton, Doucouré berharap agar Cuties dinilai sebagai sebuah pengalaman. Bukan untuk menilai anak-anak gadis yang ada di dalam film tersebut. "Cobalah untuk mengingat ketika Anda seusia mereka. Seluruh film dilihat dari mata karakter utama saya, Amy. Kita coba melihat apa yang Amy lihat dan rasakan apa yang dia rasakan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Netflix eksploitasi anak
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top