Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO Pastikan Vaksin Virus Corona Tersedia Pertengahan 2021

Kepala Ilmuan WHO, dr. Soumya Swaminathan dalam sebuah wawancara virtual mengatakan saat ini ada lebih dari 200 kandidat vaksin virus corona (Covid-19). Sebanyak 31 diantaranya sudah memasuki tahap uji klinis. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 September 2020  |  10:48 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan vaksin akan tersedia pada pertengahan 2021. 

Kepala Ilmuan WHO, dr. Soumya Swaminathan dalam sebuah wawancara virtual mengatakan saat ini ada lebih dari 200 kandidat vaksin virus corona (Covid-19). Sebanyak 31 diantaranya sudah memasuki tahap uji klinis. 

"Saat ini ada 8 kandidat vaksin dalam tahap akhir uji klinis," ujarnya dikutip dari laman Facebook resmi WHO, Senin (28/9/2020). 

Soumya menyebut diperkirakan hasil uji klinis dari 8 kandidat vaksin itu rampung pada akhir tahun ini atau awal 2021. WHO akan melihat keamanan dan efikasi vaksin tersebut. 

Setelah hasilnya dinilai mumpuni, semua regulator di dunia akan melihat data dan membuat persetujuan terhadap kandidat vaksin. Kemudian vaksin diproduksi dan dikirim ke seluruh dunia. 

"Di pertengahan 2021 masyarakat akan mendapatkan vaksin," sebut Soumya.

Dia menjelaskan terdapat beberapa syarat vaksin yang ideal. Pertama dari segi efektifitas. Setidaknya 70 persen orang menerima manfaat setelah disuntikkan vaksin. 

Kemudian, 50 persen vaksin tersebut aman untuk digunakan dalam jangka waktu pendek maupun panjang. 

Vaksin harus aman digunakan kepada anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. "Satu suntikan bisa memberikan imunitas dalam jangka waktu yang lama," imbuhnya.

Vaksin juga harus mudah untuk dijual dan didistribusikan. Artinya vaksin tidak memerlukan fasilitas penyimpanan di cold storage atau bisa disimpan dimana saja dan dalam kondisi apapun.

Sementara itu, Soumya menerangkan WHO telah memberikan standar dalam memproses kandidat vaksin.

Sebelum didistribusikan, WHO akan melihat dari segi efikasi, profil keamanan, dan karakteristik lain dari vaksin. Semua regulator harus memperhatikan hal ini. 

Pengembang vaksin juga wajib menunjukkan data secara detail terkait penelitian mereka. Tak terkecuali WHO nantinya ketika mengeluarkan keputusan. 

Soumya menerangkan WHO memiliki proses yang disebut prekualifikasi atau menguji kualitas vaksin ataupun obat. WHO juga memiliki grup ahli penasihat strategis (SAGE) yang memiliki peran membuat pedoman kebijakan vaksin.

"Mereka akan melihat data secara hati-hati sebelum mereka membuat rekomendasi untuk menggunakan vaksin," tuturnya. 

Lalu setelah vaksin disetujui, siapa yang akan mendapatkannya dalam tahap awal?

Soumya menyebut hal itu tengah didiskusikan dengan negara anggota. Namun dalam pembahasan semua setuju mereka yang pertama mendapatkan vaksin adalah para petugas medis dan petugas di garis depan dalam penanganan Covid-19.

Setelah petugas medis dan petugas garda depan penanganan Covid-19, Soumya mengatakan mereka yang masuk dalam kategori tentang seperti lansia dan kelompok orang dengan penyakit bawaan menempati posisi kedua prioritas vaksin. 

Karena dosis vaksin yang terbatas, tentu semua orang tidak dapat menerimanya. Perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun agar vaksin diproduksi massal dan bisa diberikan secara merata kepada seluruh masyarakat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top