Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakai Darah, Terapi PRP Bisa Obati Diri Sendiri

Terapi PRP dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah darah pasien ke bagian tubuh pasien yang sakit.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  17:16 WIB
Terapi RPR menggunakan darah bisa mengobati penyakit pada tubuh. - ilustrasi
Terapi RPR menggunakan darah bisa mengobati penyakit pada tubuh. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Tahukah Anda jika darah yang ada dalam tubuh And bisa digunakan untuk mengobati diri sendiri?

Terapi Platelet Rich Plasma (PRP) ternyata bisa merangsang penyembuhan tulang dan jaringan lunak. Terapi PRP merupakan plasma yang diperkaya dengan trombosit.

Trombosit merupakan bagian dari darah yang berperan dalam mekanisme pembekuan darah. Dikutip dari Alodokter, trombosit juga mengandung ratusan protein yang disebut sebagai faktor pertumbuhan.

PRP bertujuan untuk menyediakan faktor pertumbuhan yang dibutuhkan oleh kulit atau bagian tubuh yang lain untuk penyembuh dengan memperbaiki dirinya sendiri.

"Jadi pada saat terjadi luka pada kulit diberikan PRP lukanya  jadi cepat sembuh. Prinsipnya seperti itu," ungkap Endi Novianto, dokter spesialis kulit dan kelamin pada acara virtual media meet up Zap Kamis (15/10/2020).

Melalui Alodokter terapi ini dapat diterapkan ke beberapa kondisi diantaranya tennis elbow, peradangan tendon lutut kronis, cedera akut pada otot dan ligamen, membantu operasi, dan juga patah tulang.

Saat ini bahkan juga digunakan dalam dunia kecantikan seperti untuk mengatasi kulit keriput dan juga mengobati kebotakan.

Cara Kerja

Terapi PRP dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah darah pasien ke bagian tubuh pasien yang sakit. Dikutip dari Indonesia sports medicine center (ISMC) menjelaskan proses terapi sebagai berikut:

1. Sejumlah darah pasien, 8 sampai 10 ml diambil menggunakan jarum suntik.

2. Kemudian bagian plasma yang memiliki konsentrasi platelet paling tinggi sebanyak 3 sampai 6 ml akan dipisahkan dari sel-sel darah merah menggunakan alat sentrifugasi.

3. Bagian plasma ini kemudian akan disuntikkan ke bagian tubuh yang mengalami cedera (misalnya tendon atau ligamen).

4. Pemberian suntikan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Setelah disuntikkan, dalam jaringan tubuh platelets atau trombosit akan aktif menyebarkan faktor pertumbuhan selama 7 hingga 10 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah pengobatan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top