Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manoj Punjabi: Film Adit & Sopo Jarwo Cocok Tayang di Layar Lebar

Film Adit & Sopo Jarwo kian digemari oleh masyarakat Indonesia dan Manoj Punjabi menilai film ini layak untuk difilmkan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  16:55 WIB
Manoj Punjabi - mdentertainment
Manoj Punjabi - mdentertainment

Bisnis.com, JAKARTA - Mungkin sebagian dari Anda sudah tak asing lagi dengan serial animasi Adit & Sopo Jarwo. Animasi karya anak bangsa itu terbilang sukses mencuri perhatian publik di Tanah Air.

Tak sedikit pula yang menyebut Adit & Sopo Jarwo sebagai “Upin-Ipin-nya Indonesia” lantaran kepopulerannya. Setelah malang-melintang di layar kaca selama lebih dari enam tahun, serial animasi tersebut akhirnya diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi MD Animations yang tak lain adalah bagian dari emiten perfilman Indonesia, PT MD Pictures Tbk.

Menurut Direktur Utama MD Pictures Manoj Punjabi, Adit & Sopo Jarwo sudah sangat layak untuk dibuat dalam bentuk film panjang, alih-alih hanya serial yang setiap episodenya berdurasi kurang dari 30 menit.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu Manoj masih ragu memboyong Adit, Denis, Mita, dan karakter-karakter lainnya tampil di bioskop walaupun ada permintaan dari publik dan deretan penghargaan yang dapat dijadikan sebagai modal.

“Sekarang sudah saatnya, permintaan ada, rating di MNC TV sudah sangat tinggi. Brand-nya sudah ada atau sudah dikenal luas, tak kalah dari Upin-Ipin di Malaysia. Sayang kalau tidak dibawa [ke layar lebar]. Belum ada animasi Indonesia yang sebesar ini dan tayang di bioskop,”katanya.

Lebih lanjut, Manoj mengatakan tingginya biaya produksi film animasi juga menjadi pertimbangan pihaknya ketika memutuskan apakah Adit & Sopo Jarwo layak untuk difilmkan. Dia tidak ingin mengikuti jejak beberapa film animasi yang tak berhasil mencuri perhatian penonton dan akhirnya merugi.

Selain itu, sejauh mana animo masyarakat terhadap film animasi karya anak bangsa juga menjadi salah satu pertimbangan. Sejauh ini, animo masyarakat terhadap film tersebut terbilang baik, dibuktikan dengan kesuksesan Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir dan rencana peluncuran film-film yang diangkat dari serial animasi sukses seperti Nussa The Movie.

“Biaya produksinya [film animasi] tinggi, satu film kalau kita mau bikin yang bagus itu bisa Rp15 miliar. Film animasi itu tujuh menitnya [biaya produksi] bisa Rp200-300an juta lho. Itu kendala utamanya, kalau SDM saya rasa sudah mampu kalau kita,” ungkap Manoj.

Pandemi Covid-19 yang merebak di Tanah Air sejak awal Maret 2020 membuat rencana rilis Adit & Sopo Jarwo The Movie terhambat. Namun, Manoj memastikan bahwa film animasi andalannya itu akan dirilis dalam waktu dekat melalui platform video sesuai permintaan (video on demand/VOD) Disney+ Hotstar.

“Akan dirilis di Disney+ Hotstar, disana sekarang setiap pekannya ada film-film Indonesia yang dirilis. Kedepannya kita juga akan fokus kesana, platform-platform streaming video. Tidak hanya Adit & Sopo Jarwo saja tetapi juga film-film kami lainnya,” tuturnya.

Manoj menambahkan MD Animations tidak menutup kemungkinan akan menciptakan serial animasi baru untuk menemani Adit & Sopo Jarwo yang sudah sedemikian besar. Namun tentunya, pihaknya tidak akan gegabah juga memfilmkan serial tersebut apabila sukses tak lama setelah diluncurkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film mnc
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top