Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Suplemen Ini Mampu Atasi Gejala Pasca Infeksi Covid-19

Seperti yang dikatakan Dokter Medis di Inggris, dr. Chris Steele, kelelahan bisa sangat melemahkan dan bisa berlarut-larut selama beberapa bulan. Siapapun yang menderita kelelahan diwajibkan beristirahat. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  10:14 WIB
Suplemen - boldsky.com
Suplemen - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala, seperti kelelahan, dapat bertahan dalam waktu yang lama setelah terinfeksi Covid-19.

Seperti yang dikatakan Dokter Medis di Inggris, dr. Chris Steele, kelelahan bisa sangat melemahkan dan bisa berlarut-larut selama beberapa bulan. Siapapun yang menderita kelelahan diwajibkan beristirahat. 

"Di samping istirahat, mereka perlu minum banyak cairan," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Kamis (22/10/2020).

Kendati demikian, Chris menyarankan 2 suplemen untuk mengatasi kelelahan pasca sembuh dari Covid-19. Yang pertama adalah Co-enzyme Q10 dan yang lainnya adalah suplemen vitamin B, karena keduanya membantu tingkat energi.

Dalam memilih Co-enzyme Q10 yang tersedia di apotek dan toko kesehatan, Chris  menyarankan untuk memilih yang paling mahal.

Co-enzim Q10 (CoQ10) menurut Web MD merupakan zat mirip vitamin penting yang diperlukan untuk fungsi yang tepat dari reaksi kimia dalam tubuh. Suplemen ini membantu memberikan energi ke sel juga memiliki aktivitas antioksidan.

Para peneliti di University of Nottingham sebelumnya mengeksplorasi kemanjuran CoQ10 pada kelelahan dengan memeriksa analisis pada literatur seputar subjek.

Menggali data dari 16 studi, 10 di antaranya menunjukkan efek menguntungkan yang signifikan dari suplementasi CoQ10 pada status kelelahan. Dari sini, para peneliti menyimpulkan CoQ10 dapat mengurangi kelelahan.

Namun, para peneliti mengakui bahwa lebih banyak uji klinis dengan ukuran sampel yang memadai dan dengan periode tindak lanjut yang cukup diperlukan.

Sementara itu terkait Vitamin B, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas California Berkeley menyatakan vitamin B membantu mengubah energi makanan menjadi adenosin trifosfat (ATP). Orang yang menderita penyakit, seperti Covid-19, mungkin kekurangan vitamin B, oleh karena itu tingkat energi menjadi rendah. 

NHS menjelaskan ada banyak jenis vitamin B, seperti B1, B6 dan B12.

Vitamin B1 dikenal sebagai thiamin, yang membantu melepaskan energi dari makanan dan menjaga sistem saraf tetap sehat.

Vitamin B, yang dikenal sebagai riboflavin, juga melepaskan energi dari makanan, dan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata.

Faktanya, semua vitamin B membantu melepaskan energi, yang mungkin menjadi alasan mengapa dr Chris merekomendasikan untuk membicarakan suplemen vitamin B.

Di sisi lain, Chris menambahkan gejala Covid-19 lainnya yang bisa bertahan lama termasuk batuk terus-menerus, dan kirangnya sensor indera perasa atau penciuman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top