Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paradoks! Obesitas Dapat Perparah Penderita Covid-19, Juga Sebaliknya

Riset tentang dampak obesitas bagi penderita infeksi Covid-19 menunjukkan hal yang menarik dan bertolak belakang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 November 2020  |  19:15 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, ANKARA - Riset tentang kaitan obesitas di Turki memberikan kabar buruk sekaligus kabar baik terkait wabah Covid-19.

Orang yang terinfeksi virus corona sekaligus memiliki masalah obesitas kerap mengalami  kondisi lebih buruk. Namun, obesitas tampaknya juga memiliki sejumlah efek perlindungan, menurut salah satu dokter Turki terkemuka.

Meta-analisis dari 19 riset "menunjukkan bahwa pada seseorang dengan obesitas, kebutuhan untuk rawat inap rumah sakit, perawatan intensif, dan pemasangan ventilator meningkat hingga 80 persen akibat Covid-19," kata Dr. Okan Bulent Yildiz, pakar endokrinologi di Sekolah Kedokteran Universitas Hacettepe di Ibu Kota Turki, Ankara.

Saat dua miliar orang di seluruh dunia mengalami masalah berat atau obesitas, jumlah kasus Covid-19 mencapai hampir 50 juta, kata Yildiz.

Baru-baru ini, ia bersama koleganya mengevaluasi hubungan antara kedua aspek tersebut.

Namun bertolak belakang dengan efek negatif, kata Yildiz, meta-analisis juga menemukan bahwa obesitas tidak meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19 di ICU.

Obesitas ringan hingga sedang bahkan dapat menimbulkan efek perlindungan dalam perawatan intensif.

"Kondisi inilah yang disebut paradoks obesitas." ujar Yildiz.

Setelah rampung, meta-analisis nantinya akan dimasukkan ke jurnal, ia menambahkan.

Makanan, tidur, stres, dan olahraga

Yildiz menekankan pentingnya kegiatan fisik sehari-hari selama pandemi.

"Banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah selama masa pandemi, kurangnya aktivitas fisik, gangguan pola tidur, dan tingginya tingkat stres mempersulit kontrol berat badan bagi penderita obesitas," ujar Yildiz.

Ia menambahkan keadaan itu bahkan menyebabkan kenaikan berat badan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki masalah berat badan.

"Semua orang membutuhkan pola makan yang sehat dan seimbang," kata dokter tersebut, sebab makanan merupakan faktor penting untuk mempersiapkan tubuh manusia melawan penyakit.

Mengenai stres, ia memperingatkan, "Semakin tinggi tingkat stres seseorang, maka semakin sulit pula bagi orang tersebut untuk menurunkan berat badan."

Menurut Yildiz mustahil untuk mengendalikan berat badan jika orang yang bersangkutan tidak aktif secara fisik.

"Untuk itu, olahraga baik di rumah maupun di luar ruangan harus dilakukan dengan mematuhi aturan jaga jarak sosial," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas Covid-19 Ventilator

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top