Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aspirin Jadi Obat Penolong Pasien Virus Corona

Peneliti menggunakan aspirin sebagai obat pengencer darah pada pasien virus corona (Covid-19).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 November 2020  |  06:23 WIB
Aspirin - Preeclampsia Foundation
Aspirin - Preeclampsia Foundation

Bisnis.com, JAKARTA - Tenaga kesehatan di Inggris memberikan aspirin kepada pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.

Aspirin sudah tersedia di apotek dan relatif murah ini ditambahkan dalam daftar obat yang akan diuji dalam terapi Randomised Evaluation of Covid-19 (Recovery) terbesar di Inggris. Para peneliti mengetahui bahwa obat tersebut sangat reaktif terhadap platelet, fragmen sel yang membantu menghentikan pendarahan pasien.

Peneliti mengharapkan aspirin bisa digunakan sebagai pengencer darah, dapat mereduksi potensi implikasi penggumpalan darah itu. "Aspirin sudah luas digunakan untuk mencegah penggumpalan darah di banyak kondisi seperti serangan jantung, stroke, dan pre-eclampsia pada perempuan hamil,” kata Martin Landray, ketua bersama tim Recovery.

Menurutnya, hanya dengan uji acak pada pasien berskala besar seperti yang dilakukan dalam Recovery bisa diperkirakan apakah benar aspirin bisa memberi manfaat, dan apakah manfaat itu melampaui potensi efek sampingnya seperti risiko pendarahan.

Sedikitnya 2.000 pasien Covid-19 diharap mendapatkan asupan 150 mg aspirin setiap hari yang ditambahkan ke dalam pengobatan lain yang biasa diberikan. Data yang didapat nanti akan saling diperbandingkan dengan setidaknya 2.000 pasien lain yang tak mendapatkan tambahan aspirin.

Sebelumnya, dosis kecil aspirin setiap hari telah ditemukan bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Sebagai pengencer darah, aspirin juga meningkatkan risiko pendarahan internal, dan mengkonsumsinya terlalu banyak dan dalam periode terlalu panjang telah diketahui berasosiasi dengan kerusakan ginjal.

Terapi lain dalam eksperimen Recovery adalah melibatkan plasma konvalesen atau plasma darah dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh dan obat racikan antibodi Regeneron. Yang terakhir sudah digunakan dalam pengobatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyatakan diri positif Covid-19.

Aspirin ditambahkan belakangan dalam eksperimen tersebut berdasarkan rekomendasi yang datang dari UK Covid-19 Therapeutics Advisory Panel. Pertimbangannya adalah aspirin--tidak seperti remdesivir dari Gilead yang telah disetujui sebagai obat Covid-19 di Amerika Serikat meski efikasinya masih dipertanyakan--adalah obat generik sehingga jauh lebih murah.

Uji coba Recovery sebelumnya justru melahirkan dexamethasone sebagai potensi obat Covid-19. Obat jenis steroid yang juga sudah banyak tersedia di tengah masyarakat ini terbukti mampu mengurangi periode rawat inap pasien parah Covid-19. Di bagian lain, Recovery mematahkan harapan obat anti-malaria hydroxychloroquine untuk bisa menolong pasien Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat Virus Corona Covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top