Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Muncul Keinginan Bunuh Diri Saat Pandemi? Ini Cara Mencegahnya

Kelompok yang rentan di masa pandemi adalah individu dengan riwayat masalah mental dan orang dengan pekerjaan berisiko tertular.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 November 2020  |  08:56 WIB
Ada komik yang memberi tahu cara bunuh diri.  -  Bisnis
Ada komik yang memberi tahu cara bunuh diri. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 memberi banyak dampak psikologis seperti ansietas (cemas berlebihan), depresi (sedih mendalam), insomnia (gangguan tidur) dan fear of contagion (obsesi-kompulsif) hingga ide untuk bunuh diri.

Dokter Hafid Algristian, spesialis kejiwaan mengatakan bahwa pada umumnya faktor pencetus ini berupa hal-hal sepele yang dalam kondisi biasa bisa diabaikan, tetapi menjadi rumit karena dua kondisi seperti kondisi sebelum pandemi yakni riwayat depresi atau masalah kejiwaan sebelumnya dan kondisi saat pandemi yakni ketidakpastian, isolasi, masalah keuangan.

Kelompok yang rentan di masa pandemi adalah individu dengan riwayat masalah mental sebelumnya, individu dengan pekerjaan berisiko tertular, individu dengan pekerjaan berat yang sulit jika harus bertahan di rumah, individu yang tinggal di zona merah, individu dengan manajemen stress kurang baik dan individu dengan keluarga, teman, kerabat dekat yang wafat akibat Covid-19.

“Mereka ini sering tampak fine-fine saja tapi dalam hatinya menyimpan kegelisahan yang suatu saat bisa meledak,” tuturnya via Instagram @dokterhafid, Selasa (10/11/2020).

Faktor penyebabnya adalah dengan pembatasan sosial yakni ruang gerak dibatasi, stigma dan diskriminasi terhadap pasien dan keluarga, ketidakpastian keadaan tidak tahu siapa yang sakit, tidak tahu kapan pandemi akan berakhir dan masalah ekonomi yang diperparah oleh ketidakpastian dan isolasi sosial. Hal ini menyebabkan distres, tekanan, frustasi konflik dan krisis.

“Faktor pencetusnya ibarat pelatuk, bendanya kecil tapi bikin ledakan. Masalahnya sepele tapi jadi ribet. Sebenarnya bukan orangnya yang ribet, tapi keinginannya sulit dipahami sehingga orang lain bisa salah paham. Perlu sama-sama terbuka, kalau hal ini dibiarin terus menerus, layanan kesehatan pun jadi debat kusir dan lainnya,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa ada sebuah laporan kasus tentang ide-ide bunuh diri yang dipicu halusinasi. Beberapa mekanisme munculnya ide dan percobaan bunuh diri pada kasus Covid-19 antara lain: Masalah psikososial, stigma dan diskriminasi. Psikotik singkat akibat hipoksia atau infeksi virus, infeksi virus pada otak memicu halusinasi, bekas luka di otak yang bisa sebabkan gejala seperti ansietas, depresi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bunuh diri Virus Corona Covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top