Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kata Dokter, Efek Buruk Mengonsumsi Kunyit

Kunyit telah dipercaya memiliki khasiat sejak zaman dahulu. Namun, kunyit berisiko meningkatkan batu ginjal bila dikonsumsi berlebihan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 November 2020  |  17:38 WIB
Kunyit menjadi bahan baku obat tradisional - safebee.com
Kunyit menjadi bahan baku obat tradisional - safebee.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kunyit telah lama dianggap sebagai tanaman rimpang yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kerap kali herbal ini dibuat menjadi jamu atau memang dijadikan sebagai bumbu masakan.

Ahli Gizi dr. Tan Shot Yen mengatakan memang kunyit mempunyai beberapa manfaat seperti potensi antiradang. Akan tetapi tidak bisa serta merta semua kasus peradangan diobati dengan kunyit.

"Kita belum tahu perkara dosis berapa untuk peradangan jenis apa. Potensi antiradang juga dmiliki oleh banyak makanan lain, yg prinsipnya kaya akan antioksidan," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Kunyit katanya juga memiliki efek samping mengencerkan darah, Namun tidak bisa serta merta kunyit dijadikan pengganti pengencer darah pada orang-orang dengan risiko pengentalan darah atau penderita sakit jantung.

"Kenapa? Karena kita belum jelas senyawa kunyit ini bekerja di level mana, sebab pembekuan darah punya tahapan-tahapan yang amat rumit," jelasnya.

Selain itu, kunyit juga memberi masalah jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut masalah yang ditimbulkan akibat mengonsumsi kunyit seperti dikutip dari NDTV Food:

1. Sakit perut

Kunyit atau haldi diketahui bisa menghangatkan tubuh dan menyebabkan peradangan di perut dan pada akhirnya bisa menyebabkan sakit perut dan kram.

2. Risiko mengembangkan batu ginjal

Kunyit mengandung oksalat yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Oksalat ini mengikat kalsium untuk membentuk kalsium oksalat tidak larut yang merupakan penyebab utama batu ginjal.

3. Dapat menyebabkan mual dan diare

Kurkumin, senyawa aktif yang terdapat pada kunyit, cenderung mengganggu saluran cerna, yang menyebabkan diare dan mual apabila dikonsumsi berlebih.

4. Dapat menyebabkan reaksi alergi

Anda mungkin alergi terhadap senyawa tertentu yang ada dalam kunyit yang dapat menyebabkan ruam, pecah-pecah, dan bahkan sesak napas. Reaksi alergi dapat terjadi baik dari konsumsi dan kontak kulit.

5. Kekurangan zat besi

Konsumsi kunyit yang berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi. Oleh karena itu, penderita kekurangan zat besi harus berhati-hati untuk tidak menambahkan terlalu banyak kunyit dalam makanan sehari-hari, karena dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman obat tradisional
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top