Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bekerja dari Rumah Bakal Jadi Tren Baru Usai Pandemi

Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) menilai bekerja dari rumah bisa menjadi tren baru saat pandemi Covid-19 usai.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 26 November 2020  |  20:09 WIB
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi menilai bahwa perusahaan akan terus menerapkan sistem kerja secara jarak jauh atau remote dalam beberapa waktu mendatang.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo), Edward Ismawan Chamdani mengatakan bawa transformasi digital selama pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk lebih dekat dengan teknologi.

“Bekerja remote pasti terjadi dan kemungkinan berlanjut, adanya PSBB memaksa pekerja beralih ke digital dan efeknya mereka yang telah merasakan akhirnya membuat perusahaan ada yang memiliki keinginan untuk mempertahankan pola tersebut. Bahkan, survei kami menyebutkan lebih dari 50 persen ingin tetap remote,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk kasus perusahaan rintisan (startup) justru sudah terbiasa untuk bekerja secara jarak jauh.

“Bahkan, di kondisi pandemi mereka (startup) meningkatkan kinerja dengan membeli software tambahan untuk mempermudah bekerja secara remote dan ini sudah terjadi. Sedangkan, untuk perusahaan konvensional ke depan akan mengombinasikan kedua pola ini bekerja di kantor dan dari rumah," ujarnya.

Sementara itu, pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) Saga Iqranegara mengatakan bahwa akan banyak perusahaan baik rintisan dan konvensional yang memutuskan memperpanjang bekerja remote.

“Akan diperpanjang karena terbukti bisa menekan pengeluaran. Bagi startup tahap awal ini sangat penting untuk memastikan nafas mereka lebih panjang dan digunakan ke hal yang lebih perlu,” ujarnya.

Saga pun melihat bahwa startup merupakan tipe perusahaan yang paling siap untuk menerapkan sistem kerja remote karena secara natural sebagian besar pekerjaan bisa dilakukan jarak jauh.

“Tren akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya yakin akan semakin banyak perusahaan yang menerapkan remote working policy, yang lebih menekankan pada delivery tugas daripada menghitung waktu kerja,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Work From Home
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top