Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah AS Lakukan Rapat Darurat Soal Vaksin Corona, Ini Pembahasannya

Penasihat vaksin virus corona (Covid-19) mengadakan pertemuan darurat untuk membahas distribusi vaksin guna mencegah pandemi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 November 2020  |  10:12 WIB
Vaksin Pfizer dan BionTech
Vaksin Pfizer dan BionTech

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat melakukan pertemuan darurat untuk membahas distribusi vaksin virus corona (Covid-19) termasuk detail orang yang harus mendapat suntikan vaksin pertama.

Ketua ACIP Jose Romero mengungkapkan bahwa penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa untuk memberikan suara tentang siapa yang mereka rekomendasikan harus menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin virus corona saat izin didapatkan.

"Kami bertemu FDA, Operation Warp Speed, guna meminta negara bagian dan yurisdiksi lain untuk mengajukan rencana mereka pada hari Jumat minggu mendatang," kata Romero seperti dikutip dari CNN Health, Sabtu (28/11/2020).

Romero memperkirakan jika dalam waktu dekat vaksin terbukti efektif dan aman maka pihaknya akan memberikan panduan yang sesuai kepada negara bagian dan yurisdiksi dalam menggunakan vaksin virus corona.

"Ini bukan sesuatu yang terburu-buru. Kami telah membahas di grup tingkat pertama. Kami hanya membahas datanya sekali lagi dan memberikan suara terutama di grup tingkat pertama 1a - penyedia layanan kesehatan dan orang-orang di tingkat pertama," ungkapnya.

ACIP bertemu pada hari Senin untuk membahas kelompok prioritas guna menerima vaksin apa pun yang mungkin mendapatkan otorisasi penggunaan darurat dari FDA. CDC telah merekomendasikan bahwa kelompok pertama - yang ditetapkan sebagai 1a - harus mencakup penyedia kesehatan garis depan dan personel pendukung.

"Ini penting karena mereka adalah individu yang benar-benar berada di garis depan dalam memberikan perawatan," kata Romero.

Kelompok 1a kemungkinan juga harus mencakup penghuni panti jompo dan fasilitas perawatan jangka panjang lainnya, yang telah terkena pandemi parah, kata CDC.

"Penghuni dan staf fasilitas perawatan jangka panjang menyumbang 6 persen dari kasus dan 39 persen kematian di AS, terlepas dari kenyataan bahwa penghuni fasilitas perawatan jangka panjang berjumlah kurang dari 1 persen dari populasi AS," Kathleen Dooling dari CDC mengatakan kepada ACIP pada hari Senin.

Romero mengungkapkan untuk awal ini, vaksin virus corona tidak akan cukup untuk semua orang dan pilihan harus ditetapkan.

CDC memperkirakan ada 21 juta petugas kesehatan, 87 juta pekerja esensial, 100 juta orang dewasa dengan kondisi medis berisiko tinggi dan 53 juta lainnya berusia 65 tahun ke atas yang membutuhkan vaksin Covid-19 dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, pemerintah federal juga mengatakan ada 40 juta dosis vaksin virus corona dapat tersedia pada akhir Desember.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Vaksin Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top