Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Saja Gejala Umum Long Covid dan Siapa yang Paling Berisiko?

Long covid digambarkan sebagai gejala Covid-19 yang dialami selama berbulan-bulan. Ini berbeda dengan efek gejala yang lebih ringan, yang tampak bersifat sementara tetapi lebih intensif, seperti demam atau suhu tinggi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  11:16 WIB
Batuk - fastpaceurgantcare.com
Batuk - fastpaceurgantcare.com

Bisnis.com, JAKARTA – Virus corona baru memiliki beberapa kategori berbeda-beda, dan satu kategori yang telah memicu kekhawatiran masyarakat luas belakangan ini adalah Covid-19 jangka panjang atau yang dikenal dengan istilah long covid.

Long covid digambarkan sebagai gejala Covid-19 yang dialami selama berbulan-bulan. Ini berbeda dengan efek gejala yang lebih ringan, yang tampak bersifat sementara tetapi lebih intensif, seperti demam atau suhu tinggi.

Sebaliknya, gejala long covid tergolong berbahaya karena dapat merusak kualitas hidup tanpa membuat orang mampu melakukan tugas sehari-hari. Menurut British Heart Foundation (BHF) bagi sebagian orang, gejala ini tampak seperti siklus perbaikan tetapi kemudian menjadi lebih buruk.

Dilansir dari Express UK, Rabu (2/12) BHF menyatakan efek jangka panjang ini tidak hanya di antara mereka yang harus dirawat di rumah sakit atau bahkan yang merasa sangat tidak enak badan saat pertama kali tertular virus.

Gejala ini bisa dialami oleh orang yang dianggap telah pulih. Beberapa gejala yang virus corona baru yang termasuk dalam long covid meliputi kelelahan, sesak napas, kecemasan dan depresi, palpitasi, sakit dada, nyeri sendi atau otot, tidak bisa berpikir jernih atau fokus (kabut otak).

Seberapa lazim long covid terjadi?

Analisis dari ribuan pengguna aplikasi Covid Symptom Study dari ZOE menunjukkan bahwa 1 dari 20 orang pasien kemungkinan besar menderita gejala Covid-19 yang berlangsung lama, sekitar lebih dari delapan minggu.

Analisis juga menemukan bahwa dimungkinkan untuk memprediksi siapa yang cenderung mengembangkan long covid berdasarkan tanda awal penyakit. Semakin banyak gejala berbeda yang dialami pasien dalam minggu pertama, semakin besar kemungkinan mereka mengalami long covid.

Menggunakan indikasi ini bersama dengan usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh berarti para peneliti dapat secara akurat memprediksi siapa yang paling berisiko mengembangkan gejala jangka panjang.

Secara keseluruhan, tim menemukan bahwa kebanyakan orang dengan Covid-19 dilaporkan kembali normal dalam 11 hari atau kurang. Sekitar 1 dari 7 (13,3 persen atau 558 pengguna) memiliki gejala yang berlangsung selama 4 minggu.

Hasil lain, 1 dari 20 (4,5 persen atau 189 pengguna) tetap sakit selama 8 minggu dan 1 dari 50 (2,3 persen atau 95 pengguna) menderita gejala dari Covid-19 untuk waktu yang lebih lama, sekitar 12 minggu atau 3 bulan.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang tua jauh lebih mungkin terkena long covid daripada orang yang lebih muda. Dilaporkan long covid memengaruhi sekitar 10 persen orang berusia 18-49 tahun dan angkanya meningkat menjadi sekitar 22 persen pada usia di atas 70 tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top