Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ilmuwan Pelajari Melatonin untuk Pengobatan Covid-19

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology menunjukkan suplemen yang mengatur siklus tidur-bangun itu dikaitkan dengan hampir 30 persen penurunan kemungkinan tertular penyakit.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  18:31 WIB
Sel virus corona
Sel virus corona

Bisnis.com, JAKARTA - Para ilmuwan percaya bahwa melatonin yang merupakan suplemen makanan paling sering digunakan oleh penderita insomnia dapat digunakan untuk membantu mencegah atau mengobati penyakit Covid-19.

Dilansir dari New York Post, Rabu (30/12) penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology menunjukkan suplemen yang mengatur siklus tidur-bangun itu dikaitkan dengan hampir 30 persen penurunan kemungkinan tertular penyakit.

Feixiong Cheng ketua peneliti dari Cleveland Clinics Genomic Medicine Institute mengatakan sangat penting untuk dicatat bahwa temuan ini tidak menyarankan orang untuk mulai menggunakan melatonin tanpa berkonsultasi dengan dokter.

“Studi observasi skala besar dan uji coba terkontrol secara acak sangat penting untuk memvalidasi manfaat klinis melatonin bagi pasien Covid-19. Tapi kami sangat senang dengan asosiasi yang diajukan dalam penelitian dan kesempatan untuk mengeksplorasi lebih lanjut,” katanya.

Cheng dan timnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menyaring daftar Covid-19 dari hampir 27.000 orang di rumah sakit. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi melatonin hampir 28 persen lebih kecil kemungkinannya dites positif.

Studi juga menemukan penggunaan melatonin dikaitkan dengan penurunan kemungkinan 52 persen hasil tes laboratorium positif untuk virus corona baru pada Afrika-Amerika. Cheng mengatakan temuan ini diharapkan dapat membantu pasien.

Studi ini telah memicu minat baru. Seorang warga di Seattle mengatakan kepada KIRO 7 bahwa sejak membaca artikel tentang melatonin, dia telah mengonsumsi suplemen tersebut setiap hari. Hasilnya, dia mengaku sangat bagus dan tetap sehat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dikabarkan menerima melatonin saat dia dirawat di rumah sakit karena Covid-19 pada Oktober lalu. Dia diobati dengan antibodi poliklonal eksperimental, obat antiviral remdesivir dan steroid deksametason.

Adapun, Cheng mengatakan bahwa para peneliti masih belum tahu mekanisme pastinya bagaimana melatonin dapat mengurangi risiko penularan virus. Sementara itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa melatonin mengurangi peradangan kronis dan akut.

“Melatonin juga dapat membantu kita meningkatkan tubuh manusia – yang disebut toleransi. Untuk membantu kami mengurangi kerusakan jaringan atau organ yang disebabkan oleh infeksi Covid-19,” katanya.

Senada, sebuah studi terhadap ribuan pasien Covid-19 yang diintubasu dari program Columbia University Irving Medical Center juga menemukan mereka yang terpapar melatonin setelah diintubasi memiliki hasil yang lebih baik.

Laporan dari News-Medical Net juga menyatakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Toronto menemukan bahwa melatonin dapat ditambahkan untuk meningkatkan kemanjuran vaksin virus corona baru.

Menurut The Atlantic, hingga saat ini ada setidaknya delapan uji klinis yang sedang dilakukan di seluruh dunia untuk melihat apakah temuan melatonin terbukti. Jika hormon tidur ini terbukti dapat membantu, itu akan menjadi obat termurah dan paling mudah diakses untuk melawan pandemi virus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Obat Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top